Cara Mencegah Dan Pengobatan Penyakit Difteri

101dunia - Penyakit difteri merupakan penyakit yang menyerang sistem pernafasan dan biasanya diderita anak-anak. Penularan difteri terjadi melalui percikan ludah dari orang yang membawa bakteri Corynebacterium diphteriae.

Cara Mencegah Dan Pengobatan Penyakit Difteri
Cara Mencegah Dan Pengobatan Penyakit Difteri
Selain melalui percikan ludah, penyakit difteri juga dapat menular melalui benda atau makanan yang terkontaminasi. 

Difteri memiliki masa inkubasi selama dua hingga lima hari. Penyakit tersebut sangat menular, dan jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kematian.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Aman B Pulungan, mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mencegah penularan difteri adalah melalui imunisasi. 

Memang imunisasi tidak dapat menjamin 100% tidak akan terkena penyakit tersebut, namun setidaknya dengan diimunisasi maka Anda telah melakukan ikhtiar dalam mencegahnya.

Gejala Penyakit Difteri 

Gejala awal penyakit difteri diantaranya adalah demam yang tidak terlalu tinggi, penurunan nafsu makan, tenggorokan terasa sakit saat menelan, lemah, lesu, pusing, bengkak pada leher, keluar lendir dari hidung dengan warna kehijauan dan dapat disertai darah.

Berbagai gejala tersebut muncul akibat racun yang dihasilkan oleh bakteri. Jika tidak segera diberikan penawar dan diobati, racun tersebut dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan bagian atas sehingga sel-sel jaringan menjadi mati.

Bagaimana Penyakit Difteri Membunuh Penderitanya?

Jika terjadi peradangan pada jaringan saluran pernapasan bagian atas, maka sel-sel jaringan yang mati akan membentuk suatu lapisan (membran) yang dapat mengganggu masuknya udara.

Lapisan tersebut dapat terlihat dengan mata telanjang, biasanya berwarna sabu-abu kecoklatan. 

Selanjutnya penderita akan sulit untuk bernapas karena terganggu oleh membran tersebut. Jika tidak segera ditangani maka akibatnya sangat berbahaya, dapat menimbulkan kematian.

Pada kasus yang lain, difteri membunuh penderita dengan merusak jantung. Racun yang juga ditimbulkan oleh bakteri tersebut dapat menimbulkan komplikasi pada jantung dan syaraf, dan biasanya terjadi pada dua hingga empat minggu setelah infeksi.

Pertolongan Pertama Pada Penderita Difteri 

Satu-satunya hal yang dapat dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada penderita penyakit difteri adalah dengan membawanya ke dokter terdekat. 

Dokter akan memeriksa hidung dan tenggorokan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan di laboratorium. Jika hasilnya positif, maka dokter akan memberikan penanganan terbaik.

Saat membawa penderita difteri ke dokter, usahakan jangan sampai terjadi kontak langsung dengannya. Pakaikan masker ke penderita tersebut agar air liurnya tidak tersebar.

Cara Mencegah Difteri

Mencegah tentu jauh lebih baik dibandingkan dengan mengobati, karena itu lakukan hal-hal berikut untuk melindungi diri dan keluarga tercinta dari penyakit difteri:

1. Imunisasi

Lakukan imunisasi HB/DPT pada bayi. Imunisasi tersebut diberikan sebanyak 3 kali yaitu saat usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) atau kurang dari 7 tahun, dapat diberikan imunisasi DT sebanyak satu kali. Sedangkan untuk usia 7 tahun keatas dapat diberikan vaksin TD sebanyak satu kali.

2. Jaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.

3. Jaga stamina dengan melakukan olahraga dan biarkan anak bermain aktif.

4. Biasakan makan makanan bergizi.

5. Cuci tangan sebelum makan.

6. Hindari kontak langsung dengan penderita difteri.

0 comments:

Post a Comment