Mudah, Ini Cara Membuat KTP Anak atau KIA

101dunia - Mulai tahun 2019 nanti pemerintah akan mulai memberlakukan kewajiban untuk pembuatan KTP anak. Dokumen kependudukan untuk anak tersebut nantinya akan berguna untuk perlindungan anak, legalitas, identitas resmi, dan untuk keperluan daftar sekolah.

Cara Membuat KTP anak atau KIA
Cara Membuat KTP anak atau KIA
Program dari pemerintah tersebut sebetulnya telah digagas sejak tahun 2016. Dan rencananya program ini mulai diberlakukan secara nasional dan diwajibkan pada tahun 2019 nanti. Karena itu tidak ada salahnya jika kita mulai mengurus dokumen kependudukan ini mulai dari sekarang.

Sebelumnya, jika seorang anak lahir maka orangtua hanya perlu mengurus akta kelahiran. Sedangkan saat ini ada satu dokumen kependudukan lagi yang perlu diurus yaitu Kartu Identitas Anak (KIA). Jika KIA telah selesai diurus maka anak tersebut resmi menjadi warga negara Indonesia.

Fungsi KIA dan KTP dewasa sebetulnya relatif sama, yaitu sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah seseorang. Kartu identitas tersebut berguna saat ingin mendapatkan pelayanan publik seperti mengurus paspor, membuka rekening di bank, atau keperluan lain. 

Beberapa informasi yang tercantum di dalam Kartu Identitas Anak diantaranya adalah nomor induk kependudukan, tanggal lahir, nama orangtua, alamat, dan foto.

Kenapa perlu membuat KTP anak?

Salah satu faktor yang menjadi latar belakang terbitnya peraturan mengenai KIA ini adalah untuk mempermudah proses pendataan warga negara yang belum berusia 17 tahun. Masa berlaku kartu identitas ini adalah sejak dibuat hingga umurnya telah memenuhi syarat membuat e-KTP. 

Selama ini pengurusan pelayanan publik untuk anak dinilai kurang praktis dan efisien. Jika ingin mengurus dokumen tertentu, anak diwajibkan untuk membawa akta kelahiran. Padahal ukuran kertas akta kelahiran cukup merepotkan untuk dibawa kemana-mana. Dan dengan adanya KIA, pemerintah akan lebih mudah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.  

Memiliki KIA akan memberikan berbagai manfaat untuk memudahkan berbagai hal nantinya, yaitu:

1. KIA dimaksudkan untuk memenuhi hak anak.
2. KIA dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan mendaftar sekolah anak.
3. Sebagai data identitas untuk persyaratan menabung di Bank.
4. Persyaratan mendaftar BPJS.
5. KIA sebagai persyaratan untuk pembuatan dokumen keimigrasian. 
6. KIA dapat mencegah perdagangan anak.

Karena itulah pemerintah membuat peraturan baru melalui Permendagri No. 2 tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak yang menjadi dasar hukum program KIA. Pemberlakuan program ini dilakukan secara bertahap sebagai berikut:

- Tahun 2016, berlaku di 50 daerah diantaranya Malang, Jogja, Pangkalpinang, dan Makassar.
- Tahun 2017, menjangkau hingga 108 daerah.
- Tahun 2018 lebih dimaksimalkan agar mencapai semua daerah di Indonesia.
 
Jenis-jenis KIA

KIA dicetak dalam bentuk kartu biasa, belum seperti e-KTP. Nanti ketika usia anak telah mencapai 18 tahun, baru dilakukan perekaman untuk membuat KTP elektronik seperti yang diberlakukan saat ini.

Terdapat dua jenis KIA: pertama untuk anak usia 0 - 5 tahun, kedua untuk anak usia 5 - 17 tahun. Fungsinya sama saja, hanya perbedaannya terletak di data yang tercantum di dalamnya. Untuk anak usia 0 - 5 tahun tidak menggunakan foto, sedangkan usia 5 - 17 tahun menggunakan foto. 

Bagaimana cara mengurus KIA?

Sebelum pergi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), kita siapkan persyaratan-persyaratan yang diperlukan dalam mengurus KTP anak sebagai berikut:

1. Fotokopi kutipan akta kelahiran dan membawa yang asli untuk nanti ditunjukkan kepada petugas.
2. Kartu Keluarga (KK) asli orangtua.
3. KTP asli orangtua.
4. Pas foto berwarna 2 x 3 sebanyak dua lembar (anak diatas 5 tahun).

Setelah semua dokumen disiapkan, bawa ke Disdukcapil. Berikut ini alur proses pengurusan KIA di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil:

1. Pemohon menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan penerbitan KIA ke Dukcapil.
2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.
3. KIA diberikan kepada pemohon (orangtua anak) di kantor dinas, kecamatan, atau di kelurahan.

Agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal, dinas dapat menerbitkan KIA melalui pelayanan keliling di sekolah-sekolah seperti rumah sakit, taman bacaan, perpustakaan anak, dan tempat-tempat publik lainnya.

KIA untuk Warga Negara Asing

Kemudian bagaimana jika ada warga negara asing yang tinggal di Indonesia dan ingin memiliki KIA? Cara mudah, tinggal memenuhi syarat-syarat yang diperlukan kemudian mendatangi Dukcapil.

1. Fotokopi paspor dan izin tinggal tetap.
2. Kartu Keluarga asli milik orangtua atau wali.
3. KTP elektronik asli milik orangtua.

KIA untuk anak yang akan lahir

Jika Anda dan pasangan saat ini sedang menanti kelahiran anak, maka tidak ada salahnya jika sejak sekarang Anda mulai mempersiapkan persyaratan-persyaratan untuk membuat KIA sang anak nanti. Ketika anak lahir, KTP anak akan terbit bersamaan dengan penerbitan akta kelahiran. 
Dokumen persyaratan yang diperlukan dalam mengurus akta kelahiran sekaligus KIA anak mungkin akan berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Namun secara garis besarnya, berikut ini adalah dokumen-dokumen yang diperlukan:

1. Kartu Identitas Penduduk (KTP) suami-istri asli dan fotokopi sebanyak 2 lembar.
2. Fotokopi buku nikah KUA atau Akte Pernikahan dari Catatan Sipil sebanyak 2 lembar.
3. Fotokopi Akte Kelahiran suami-istri sebanyak 2 lembar.
4. Dua orang saksi kelahiran di Dinas Pencatatan Sipil berikut fotokopi KTP yang bersangkutan.
5. Kartu Keluarga asli dan fotokopi bagi penduduk tetap.
6. SKSKPNP bagi warga non-permanen di tempat domisili tersebut sebanyak 2 lembar. 
7. Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter/Bidan/Rumah Sakit/ tempat melahirkan. 

0 comments:

Post a Comment