Dijadikan Tersangka KPK, Mungkin Ini Karma Bagi Zumi Zola

101dunia - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperoleh perkembangan signifikan dalam upaya menyingkap tindak pidana korupsi di Provinsi Jambi terkait kasus suap RAPBD Jambi 2018. Zumi Zola, Gubernur Provinsi Jambi periode 2016 - 2021 telah dijadikan tersangka menyusul beberapa anak buah dan koleganya yang telah terlebih dahulu menjadi tersangka dan bahkan telah ditangkap KPK.

Dijadikan Tersangka Oleh KPK, Mungkin Ini Karma Bagi Zumi Zola
Zumi Zola Gubernur Jambi
Sebelumnya dalam kasus yang sama, KPK telah menangkap 16 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi. Dari 16 orang tersebut, 12 diantaranya ditangkap di Jambi sedangkan 4 orang lainnya di Jakarta. 

16 orang tersebut yaitu Plt Kepala Dinas Provinsi Jambi Arfan, Anggota DPRD Jambi Nurhayati, Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saipudin, Anggota DPR Provinsi Jambi Supriyono, Lalu Fauzi (anak buah Saipudin), Wahyudi dan Dheni Ivan (anak buah Arfan), Staf Dinas PUPR Provinsi Jambi Rinie, Geni Waseso Segoro (Swasta), supir dari Suprianto bernama Surip dan supir dari Arfan bernama Otong.

Kemudian Kepala UPTD Alat dan Perbekalan Provinsi Jambi bernama Wasis, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Kepala Perwakilan Provinsi Jambi di Jakarta Amidy, dan Asrul dari pihak swasta.

Dalam operasi tangkap tangan kasus "uang pelicin" untuk memuluskan ketok palu APBD Jambi 2018 itu KPK berhasil mengamankan uang senilai Rp4,7 Milyar yang terkumpul dari berbagai tempat. 

Setelah melakukan pemeriksaan, KPK menetapkan beberapa orang yang ditangkap tersebut menjadi tersangka yaitu Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas PUPR Arfan, Asisten Daerah III Provinsi Jambi Saifudin, dan Anggota DPRD dari Provinsi Jambi Supriyono.

Aktor Ganteng Itu Seharusnya Tidak Masuk Ke Dunia Politik

Siapa yang tidak kenal Zumi Zola? Pesinetron yang tampan yang wajahnya kerap menghiasi layar kaca tersebut memiliki banyak penggemar setia. Mereka sama sekali tidak menyangka ia bisa tersandung kasus korupsi.

Bukan hanya dianugerahi wajah yang rupawan, Zumi Zola pun dikenal cerdas. Dalam bidang pendidikan, pria dengan nama lengkap Zumi Zola Zulkifli ini merupakan lulusan SMAI Al Izhar Pondok Labu yang kemudian melanjutkan kuliah S-1 di Institut Pertanian Bogor. Setelah itu ia melanjutkan sekolah ke jenjang S-2 di London Metropolitan University. 

Pada awal kemunculannya, Zumi Zola dikenal sebagai seorang aktor. Wajahnya yang rupawan kerap menjadi pemeran utama dalam film maupun sinetron sejak awal 2000-an. Sejumlah film yang pernah dibintanginya yakni, Disini Ada Setan (2004), Kawin Laris (2009), dan Merah Putih (2009).

Sementara judul sinetron yang diperankannya yaitu Tersanjung 6, Kehormatan 2, Si Cecep, Culunnya Pacarku, 3 In 1, Ikhlas, Ku t'lah Jatuh Cinta, Bawang Merah Bawang Putih, dan lainnya. 

Namun karir Zumi di dunia entertainment tidak selamanya bersinar. Karena itu pada tahun 2011 ia terjun ke dunia politik dengan menjadi bupati Kabupaten Tanjung Labung Timur periode 2011 hingga 2016. Selanjutnya karir politik pria kelahiran 31 Maret 1980 itu pun semakin melesat. pada tanggal 12 Februari 2016 ia dilantik sebagai Gubernur Provinsi Jambi periode 2016 - 2021.

Hal yang mengagetkan publik pun  terjadi, ternyata belum usai masa jabatannya, Zumi Zola tersandung kasus suap RAPBD 2018 Provinsi Riau. Ia pun telah resmi menjadi tersangka. Kini publik sedang menunggu akhir dari kasus ini, apakah beliau akan terbukti bersalah di pengadilan ataukah sebaliknya.

Mungkinkah ini Karma?

Masih teringat dalam benak publik tentang kejadian beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 20 Januari 2017 dini hari. Gubernur Jambi Zumi Zola tiba-tiba mendatangi RSUD Raden Mattaher dan langsung marah-marah kepada sejumlah perawat yang sedang bertugas.

Tidak hanya marah-marah, ia pun mengamuk sambil membanting kursi dan tong sampah di rumah sakit tersebut. Peristiwa tersebut diabadikan dalam sebuah foto dan video wartawan yang sengaja dibawanya. Wajah para perawat yang bertugas itu pun nampak terlihat jelas di dalam video yang akhirnya tersebar ke seluruh nusantara.

Penyebab kemarahan orang nomor satu di Jambi tersebut bukan tanpa alasan. Pada saat itu ia sengaja menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit terbesar di Jambi tersebut. Namun di sejumlah bangsal ia tak mendapati petugas maupun dokter jaga. Maka memuncaklah emosinya.

Namun ternyata kejadian tersebut berakhir dengan pro kontra. Banyak yang mendukung tindakannya tersebut, namun tidak sedikit pula yang menyayangkannya. Bahkan Kemendagri pun menilai tindakan Gubernur masuk ke ranah etika pemimpin.

Banyak netizen yang menyayangkan kenapa Zumi Zola harus sidak dan marah-marah sambil membawa wartawan yang mengabadikan peristiwa itu. Apakah ia sengaja mencari panggung untuk meningkatkan popularitasnya? Sebenarnya sah-sah saja, namun tentu harus mempertimbangkan perasaan petugas perawat yang akhirnya harus menanggung malu.

Bukankah semua bisa dibicarakan baik-baik, tanpa ada yang harus merasa didzalimi dan dipermalukan. Dan doa orang yang teraniaya tentu berbeda dengan doa orang lainnya. Dan akhirnya, saat ini Zumi Zola harus berurusan dengan KPK, untuk kasus yang jauh lebih berat hukumannya dibandingkan tertidur saat bertugas.

0 comments:

Post a Comment