Mengerikan, Pemancing Ini Meregang Nyawa Saat Ikan Betok Masuk Mulut


101dunia - Seorang pria asal Pekanbaru, Riau dikabarkan tewas akibat ikan hasil pancingan masuk ke mulutnya. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh akun Facebook bernama Fajar Gulo yang merupakan saudara korban.

Foto unggahan Fajar Gulo
Selanjutnya kabar itu beredar luas di media sosial Facebook. Lebih dari 70 ribu akun memberikan tanggapannya dan lebih dari 31 ribu akun membagikan ulang postingan tersebut.

Fajar Gulo mengunggah beberapa foto yang menampilkan proses penanganan di rumah sakit hingga ke pemakaman kerabatnya, Rosa Zai. Ia juga menuliskan penyebab kematian kerabatnya tersebut, yakni akibat seekor ikan Betok (Anabas Testudineus) yang masuk ke dalam mulut. 

Ikan Betok adalah hewan yang bersisik keras dan berduri tajam di siripnya. Hewan ini terkenal memiliki kemampuan bertahan hidup di daratan.

Ikan Betok (Anabas Testudineus)
Melalui akun Facebooknya, Fajar juga menuliskan pada awalnya ikan yang baru saja didapatkan tersebut akan dimatikan oleh Zai karena tidak bisa diam.

"Turut berduka citanya atas meninggal nya saudara kita Rosa Zai .. Semalam jam 8 mlm lewat 45 minit. Peristiwa ini di sebabkan karna mancing malam .. Tidak lama kemudian se ekor ikan kepala batu telah dia dapat .. Namun ikan trsebut susah dimatikan .. Di pijak nya, gk mampan, trus di banting2 juga gk mampan .. Karna emosi nya dia .. Di gigit lah ikan tersebut biar supaya mati betul ... Eh, tau2 nya begitu dia gigit rupanya ikan tuh masuk kedalam mulut nya, sehingga tidak boleh brnafas, dan menghembuskan nafas terkhir ... Mhon bantu share agar mnjadi suatu (pengalaman.) .. Daerah Pekan baru kerinci riau .."  tulisnya.

Namun malang nasib Zai, ikan yang hidup di perairan tawar tersebut malah masuk ke tenggorokannya. Takdir pun berkata lain, ikan tersebut ternyata menjadi perenggut nyawanya.

Fajar pun mengajak netizen untuk membagikan tulisannya tersebut agar menjadi pelajaran untuk yang lain. Sudah banyak cerita tentang musibah yang terjadi saat memancing, semoga tidak terulang kembali menimpa siapapun.

0 comments:

Post a Comment