Kasihan, Kamera Smartphone Membuat Bayi Ini Buta Permanen


101dunia - Bayi yang baru lahir memang lucu dan menggemaskan, membuat siapapun ingin mengabadikannya kedalam sebuah foto. Namun orangtua harap berhati-hati dan waspada jika ingin mengambil foto anak bayi, karena dapat berakibat fatal.

Bayi mengalami kebutaan permanen akibat lampu blitz
Bayi mungil asal Tiongkok ini mengalami nasib yang tragis, salah satu matanya menjadi buta setelah terkena cahaya blitz kamera smartphone dari jarak dekat. Musibah ini tentu menjadi peringatan keras bagi setiap orangtua untuk lebih memperhatikan anaknya.

Seperti dilansir Intisari.grid.id, Kamis (20/07/2017), penglihatan bayi mungil itu rusak setelah seorang teman dari keluarga bayi tersebut lupa mematikan lampu blitz dari kamera smartphonenya ketika memotret sang bayi dari jarak dekat.

Beberapa saat setelah bayinya difoto, orangtuanya langsung melihat ada sesuatu yang salah pada penglihatan bayi mereka dan segera membawanya ke dokter. Dokter mengatakan bahwa bayi malang tersebut mengalami kerusakan mata permanen akibat terkena lampu blitz dari kamera. Hal itu karena foto diambil dari jarak yang terlalu dekat, yakni kurang lebih 10 inch.

Bayi itu mengalami gangguan penglihatan pada mata kiri, dan kebutaan pada mata kanan. Menurut dokter, kerusakan tersebut bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki melalui operasi sekalipun.

Memang tidak semua orang tahu bahwa lampu kilat dari kamera dapat merusak penglihatan pada bayi, karena itu mari ingatkan siapapun agar tidak memotret bayi menggunakan lampu kilat.

Lampu kilat dari kamera sangat kuat, dapat merusak sel-sel retina bernama makula yang berfungsi untuk melihat detil-detil yang halus dan menghasilkan ketajaman visual. Makula yang mengalami kerusakan akan menyebabkan hilangnya pusat penglihatan sehingga seseorang tidak dapat melihat lurus ke depan.

Pada anak berusia dibawah 4 tahun, bagian makula pada retina mata belum berkembang sepenuhnya, sehingga mata anak dibawah usia tersebut akan sangat rentan dan sensitif terhadap paparan cahaya yang kuat. 

Nasi sudah menjadi bubur, anak bayi yang belum diberi nama itu terpaksa harus mengawali hidupnya tanpa penglihatan. Orangtuanya tentu hanya bisa bersedih dan menyesali apa yang sudah terjadi, dan tidak dapat dibayangkan bagaimana perasaan sang teman yang telah memotret bayi tersebut.

0 comments:

Post a Comment