Wanita Ini Dianiaya Karena Melahirkan Bayi Perempuan, Ternyata Ini Penyebabnya


101dunia - Netizen dihebohkan oleh sebuah video yang mendadak viral di jagat maya. Video tersebut cukup membuat kesal dan prihatin bagi siapapun yang melihatnya.

Penganiayaan karena melahirkan bayi perempuan. Image src
Pada umumnya, kelahiran seorang anak tentu merupakan salah satu peristiwa membahagiakan bagi pasangan rumah tangga. Namun ternyata hal demikian tidak berlaku bagi keluarga asal India ini.

Sebuah rekaman video memperlihatkan adegan seorang wanita yang sedang meringkuk kesakitan di lantai ketika dipukul oleh dua orang pria menggunakan tongkat. Melihat bentuk dinding dan lantai ruangan tersebut, nampaknya peristiwa itu terjadi di dalam sebuah garasi rumah.

Dugaan kuat para pria di dalam video tersebut adalah saudara ipar dan teman sang wanita. Seperti dilansir Metro.uk pada Senin (17/7/2017), wanita korban penganiayaan bernama Kashyap sedang mengalami sengketa mas kawin sebesar 8.300 Euro. 

Pada awalnya uang sejumlah itu diberikan oleh mertuanya, namun saat Kashyap melahirkan bayi perempuan ternyata keluarga suaminya marah. Kemarahan tersebut berakhir dengan tindak penganiayaan terhadap wanita berumur 35 tahun tersebut.

Polisi segera memproses para terduga pelaku yaitu sang suami Daljit Singh, adik ipar pelaku Kamaljeet dan temannya bernama Gaurav.

"Kami telah melaporkan masalah ini tahun lalu tetapi tidak ada yang dapat dilakukan terkait hal itu." kata ayah Kashyap.

"Mereka telah menikah selama dua tahun dan saat ini telah memiliki seorang anak perempuan."

"Keluarga mereka meminta 700.000 Rupee untuk mas kawin." pungkasnya.

Apa itu Mas Kawin Versi India?

Di India, mas kawin dibayarkan oleh keluarga pengantin wanita kepada keluarga suaminya saat pernikahan. Mas kawin dapat berbentuk uang, barang berharga, mobil, hingga peralatan rumah tangga. 
Membayar mas kawin sudah menjadi tradisi yang berlaku di kebudayaan India, dimana hal ini berguna untuk mendukung posisi dirinya di tengah-tengah keluarga suaminya. Selain itu pembayaran mas kawin tersebut bertujuan untuk menghidupi sang istri jika suaminya meninggal.

Namun pada praktiknya mas kawin tersebut malah menjadi sumber pendapatan bagi keluarga suami, yang tidak hanya menuntut uang dari pernikahan tersebut tetapi terus memeras keluarga pengantin wanita setelah mereka menikah terutama seputar kelahiran anak.

Rasa malu memiliki anak perempuan yang belum menikah atau memiliki anak perempuan yang menjanda, digunakan sebagai alasan untuk meyakinkan keluarga wanita untuk membayar mas kawin.

Jika keluarga wanita menolak untuk membayar mas kawin atau tidak mampu memenuhi jumlah uang yang diminta, terkadang pengantin wanita dianiaya atau bahkan dibunuh.

Sengketa mas kawin sudah sering terjadi sampai akhirnya pemerintah India melarang hal tersebut pada tahun 1961. Namun demikian, tradisi pemberian mas kawin masih terus berlangsung hingga saat ini.

0 comments:

Post a Comment