Inilah 5 Harta Karun Menghebohkan Yang Pernah Ditemukan Di Indonesia

Tidak hanya memiliki wilayah yang luas, tanah Nusantara juga mengandung banyak kekayaan yang melimpah. Negeri yang dahulu terdiri dari berbagai kerajaan ini dikaruniai kekayaan alam maupun peninggalan peradaban yang menakjubkan.

Kerajaan kuno di Nusantara melakukan perdagangan dengan berbagai bangsa dari belahan dunia lain. Karena itu tidak heran bahwa sebetulnya banyak peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut yang masih tersembunyi dan menjadi harta karun dalam bentuk perhiasan emas dan perak, koin emas, artefak, mutiara, batu mulia, dan lain-lain.

Keyakinan bahwa alam Nusantara menyembunyikan kekayaan peninggalan leluhur telah mengundang para professional maupun warga lokal untuk mencoba memburu harta tersebut. Sebagian besar dari pemburu mengalami kegagalan kemudian menyerah, namun tidak demikian dengan beberapa orang yang beruntung menemukan harta karun tersebut.

1. Harta Karun Dinasti Fatimiyah

Selama lebih dari 1.000 tahun lamanya, sebuah tumpukan harta karun tersembunyi di dasar laut Nusantara. Sekelompok penyelam menemukan bangkai kapal dari abad ke-10 di lokasi yang berjarak sekitar 80 mil dari Pelabuhan Cirebon.

Harta Karun Dinasti Fatimiyah
Di dalam bangkai kapal tersebut ditemukan setidaknya 270 ribu benda berharga diantaranya berbentuk kristal, keramik, permata, porselen kuno dari Tiongkok, emas dan mutiara. 

Pihak yang pertama kali menemukan bangkai kapal tersebut adalah nelayan lokal. Kemudian penarikan harta mulai dilakukan pada April 2004 sampai dengan Oktober 2005. 

Para penyelam harus melakukan perjalanan sebanyak 22 ribu kali perjalanan untuk mengeluarkan harta dari bangkai kapal yang terletak di kedalaman 56 meter itu. Mereka adalah anggota tim yang merupakan kolaborasi antara dua perusahaan yaitu PT. Paradigma Putra Sejahtera yang merupakan perusahaan lokal dengan sebuah perusahaan asing bernama Cosmix Underwater Research Ltd.

Salah satu benda berharga yang ditemukan adalah sebuah batu permata besar yang ditengarai berasal dari Dinasti Fatimiyah. Berdasarkan sejarah, Dinasti Fatimiyah mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW dimana Fatimah merupakan putri bungsu dari istri pertama beliau, Siti Khadijah. 

Setelah ekskavasi selesai dilakukan, seluruh harta karun tersebut mulai dilelang. Pada tahun 2010, seluruh harta karun itu ditaksir bernilai Rp720 milyar. Namun pelelangan tersebut tidak berhasil mengundang peminat karena tidak ada yang mau menyerahkan uang jaminan sebesar 20% dari harga limit atau sebesar $ 16 juta.

Tidak heran jika bangkai kapal ditemukan di perairan tersebut, karena Cirebon merupakan salah satu daerah tujuan awal para pedagang muslim di Nusantara. 

2. Michael Hatcher si Raja Pemburu Harta Karun

Michael Hatcher adalah salah satu pemburu harta karun yang tertarik akan kekayaan yang ada di dasar laut Indonesia. Pada tahun 1985, Hatcher yang merupakan warga negara Australia kelahiran Inggris itu berhasil menemukan kapal dagang milik Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) bernama De Geldermalsen di perairan sebelah timur Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Michael Hatcher. Wikipedia
Dari bangkai kapal tersebut Hatcher menemukan 126 batang emas dan 160 ribu keramik antik yang merupakan peninggalan Dinasti Ming dan King di Cina. Pengangkatan harta karun tersebut telah memberikan keuntungan sebesar USD 15 juta dolar yang dengan kurs saat itu setara dengan Rp 16,6 Milyar.

Pemerintah Indonesia marah karena Hatcher tidak memberikan keuntungan hasil pelelangan tersebut sepeserpun. Selanjutnya Indonesia membuat aturan, bahwa pemerintah Indonesia merupakan pemilik sah dari cagar alam (termasuk Benda Muatan Kapal Tenggelam) jika objek tersebut tidak diketahui siapa pemiliknya.

Sejak penemuan tersebut, perburuan harta karun di Indonesia semakin menggeliat. Hatcher kembali melakukan aksinya di Indonesia. Pada tahun 1999 ia berhasil menemukan bangkai kapal Tek Sing di perairan Pulau Bangka. Menurut catatan sejarah, Kapal kargo Tek Sing tenggelam pada tahun 1822.

Kapal yang juga dijuluki Oriental Titanic (Titanic dari Timur) itu memiliki panjang 50 meter dan 10 meter. Dari pengangkatan kapal itu Hatcher mendapatkan ribuan ton benda berharga yang terdiri dari jutaan porselen kualitas terbaik dari Jingdezhen, RRC.

Hatcher mendapat keuntungan besar, ia melelang harta temuannya di Stuttgart, Jerman pada 17-25 November 2000 dan memperoleh setidaknya USD 30 juta atau sekitar Rp500 Milyar. 

3. Harta Gampong Pande, Aceh

Seorang wanita bernama Fatimah sedang mencari tiram di rawa-rawa Desa Gampong Pande, Aceh. Matanya terpaku pada sebuah kotak yang tertutup koral dan tiram di antara kubangan lumpur. 

Fatimah berusaha mengambil tiram diatas kotak dengan cara memukul permukaan kota tersebut namun tiba-tiba benda itu terbuka. Betapa kagetnya Fatimah ketika mengetahui bahwa ternyata kotak itu berisi ratusan keping koin emas dengan aksara Arab.

Koin Emas Gampong Pande. Image Source
Daily Mail melaporkan pada tahun 2013 bahwa harta karun tersebut ditemukan di sebuah kuburan kuno yang tersibak bencana Tsunami pada tahun 2004. Gelombang Tsunami yang teramat dahsyat itu telah mengangkat makam kuno berisi jenazah salah satu penguasa Aceh pada abad ke-13 yang dimakamkan beserta harta bendanya.

Sebelum bencana Tsunami, walaupun warga setempat mengetahui keberadaan makam tersebut tapi tidak ada yang berani untuk mencoba membongkarnya. Namun setelah Fatimah menemukan kotak berisi kepingan koin tersebut, warga berlomba-lomba mencari harta karun di Gampong Pande.

Gampong Pande terletak di wilayah kekuasaan Kerajaan Islam pertama di Aceh yang dipimpin oleh Dinasti Meukuta Alam. Kemudian kerajaan tersebut bergabung dengan Dinasti Darul Kamal dan berubah menjadi Kerajaan Aceh Darussalam dibawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1590-1636).

Selama kepemimpinan Sang Sultan, Kerajaan Aceh Darussalam menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai bangsa diantaranya Inggris, Belanda, dan Kekaisaran Ottoman Turki. 

 4. Bangkai Kapal Di Belitung

Sebuah bangkai kapal bermuatan benda-benda berharga ditemukan di perairan Pulau Belitung. Kurang lebih 60 ribu artefak berhasil diangkat dengan nilai jutaan dolar. Artefak yang ditemukan diantaranya berbentuk kendi, mangkok emas, piala perak, dan piring.

Harta karun Belitung
Harta Karun Bangkai Kapal Di Belitung. Image Source
Seluruh artefak tersebut diperkirakan berumur sekitar 1.200 tahun dan dinyatakan memiliki nilai sejarah yang besar. Karena itulah pihak Tiongkok, Singapura, dan Doha di Qatar saling berlomba-lomba untuk memilikinya.

Penemuan bangkai kapal ini juga turut memberikan kontribusi bagi pengetahuan sejarah, dimana jenis kapal dhow Arab semakin memperjelas bahwa hubungan dagang antara Arab dan Tiongkok telah terjalin sejak tahun 830 Masehi lalu.

5. Harta Karun Kerajaan Sriwijaya

Sungai Musi sejak jaman dahulu sudah dipakai sebagai jalur transportasi air untuk mendukung kegiatan perdagangan. Kerajaan Sriwijaya dan VOC mengangkut berbagai komoditas dan berbagai benda berharga menggunakan Kapal selama ratusan tahun lamanya.

Perburuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya. Image Source
Karena itulah maka tidak heran jika sungai Musi berpotensi mengandung banyak harta karun yang menunggu untuk ditemukan. Terlebih lagi pada tahun 1994 di sungai tersebut pernah ditemukan arca berlapis emas senilai Rp 4 Milyar.

Sejak saat itu warga sekitar Sungai Musi berduyun-duyun memburu harta karun hingga saat ini. Sudah banyak jenis benda berharga yang mereka temukan diantaranya dalam bentuk keramik dan porselen antik dari Tiongkok.

Dilansir Kompas (08.09/2009), Retno Purwanti, seorang peneliti di Balai Arkeologi Palembang, mengatakan bahwa di Sungai Musi dipastikan banyak benda berharga yang masih terkubur. Selain itu ia juga membenarkan isu tentang penemuan arca berlapis emas pada tahun 1994 itu.

Baca juga:
Inilah Legenda Harta karun Dunia yang Belum Terungkap




0 comments:

Post a Comment