Ternyata Inilah Penyebab Hujan Es Di Bandung


Belakangan ini terjadi beberapa kali hujan es di Bandung. Hujan es terakhir berlangsung pada tanggal 3 Mei 2017 lalu yang diiringi dengan hujan deras, petir, serta angin kencang. Hujan Es tersebut dilaporkan terjadi di daerah Cibaduyut yang berbatasan dengan kabupaten Bandung. 

Hujan Es - Detik
Muhamad Iid Mujtahidin, seorang Prakirawan BMKG Kelas I Bandung, mengatakan kepada Tempo bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hujan es. Syarat utama hujan es adalah terbentuknya awan Cumulo-Nimbus atau awan CB naik hingga mencapai ketinggian 20.000 kaki atau 7 km.

"Wilayah Bandung ini udaranya relatif dingin sehingga bisa terjadi proses konveksi atau masa udara naik membentuk udara CB cukup kuat sehingga bisa mencapai ketinggian melewati batas bekunya. Dalam atmosfer biasanya 20.000 feet atau 7 km. Itu batas beku. Lewat dari situ ada titik air ada inti es" tutur Iid.

Menurut Iid, dari hasil pengamatan melalui radar dan satelit, awan Cumulo-Nimbus yang menyebabkan hujan es pada 19 April naik hingga lebih dari 13 kilometer. Jika sudah melewati ketinggian 35.000 feet atau 11 km, seluruh titik air dapat berubah menjadi inti es atau kristal es.

Dua kejadian hujan es di Bandung pada tanggal 23 April dan 3 Mei juga memiliki kesamaan yaitu awan Culumo-Nimbus yang menembus ketinggian diatas 11 km. "Kondisi pemanasan cukup kuat pada siang hari, dan terjadi di daerah dengan vegetasi kurang sehingga sangat panas. Ada perpindahan massa udara, ada konveksi, massa udara naik mensuplai membentuk awan Cumulo-Nimbus yang menjulang ke atas sehingga terbentuk kristal es. Dari analisis radar dan satelit sendiri, saat kejadian hujan es itu awan melewati batas ketinggian awan CB diatas 11 km." kata Iid seperti dilansir Tempo.

Peristiwa hujan es tersebut berlangsung hanya dengan radius jangkauan sejauh 5 km. Karena itu di Cibaduyut terjadi hujan es sedangkan di Pasteur tidak.

Terkait dengan hal itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi cuaca ekstrim di Bandung akan berlangsung hingga akhir Mei 2017.

Cuaca ektrim tersebut disebabkan oleh shireline akibat adanya belokan angin yang memanjang di wilayah Sumatera hingga daerah selatan Jawa.

0 comments:

Post a Comment