Teliti Sebelum Membeli, Inilah 9 langkah Cara Memilih Mobil Bekas


Pengembangan berbagai komplek perumahan yang tidak memiliki akses angkutan umum membuat masyarakat merasa harus memiliki kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Membeli mobil baru memang harapan setiap orang, tapi jika budget belum tersedia maka membeli mobil bekas pun tidak menjadi masalah. Yang penting Anda harus mengetahui tips cara memilih mobil bekas agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tips Cara Memilih Mobil Bekas
Cara Memilih Mobil Bekas
Memang ada beberapa kejadian dimana pembelian mobil bekas berujung kerugian bagi pembeli. Namun kunci untuk menghindari hal tersebut adalah ketelitian. Berikut adalah tips cara memilih mobil bekas:

1. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang jenis mobil yang akan dibeli

Saat ini pencarian informasi tentang mobil dapat dilakukan dengan mudah. Google telah menyediakan berbagai informasi baik dari situs resmi pabrikan mobil ataupun situs/blog yang mereview mobil yang Anda inginkan.

Pelajari tentang spesifikasi dan performa mobil tersebut, pastikan sesuai dengan kebutuhan Anda. Bandingkan harga-harga penawaran mobil di situs-situs jual beli mobil seperti OLX, Mobil123, Otosia, dan lain-lain. Tujuannya adalah agar Anda mengetahui harga pasaran mobil yang Anda incar sehingga dapat memperoleh harga yang kompetitif.

Selain itu informasi pun bisa didapatkan melalui diskusi dengan mekanik atau seseorang yang mengerti tentang mobil. Pelajari dan catat informasi-informasi tersebut yang nantinya akan sangat membantu Anda dalam menemukan mobil bekas berkualitas.

2. Informasi latar belakang penjual

Ketika Anda menghubungi penjual, pastikan bahwa ia adalah pemilik dari mobil tersebut. Membeli mobil langsung dari pemilik tangan pertama jauh lebih baik daripada membeli dari showroom atau makelar.

Dengan membeli dari tangan pertama, Anda dapat memperkirakan bagaimana pemakaian mobil tersebut. Misalnya jika pemilik berprofesi sebagai dokter atau pekerja kantoran di dalam kota, maka biasanya mobil lebih banyak dipakai untuk pulang pergi ke tempat kerja dengan jarak yang relatif tidak terlalu jauh.

Sebaliknya jika pemilik merupakan seorang kontraktor proyek atau pengusaha pertambangan, maka mobil tersebut patut diduga sering menempuh perjalanan jauh bahkan melewati medan berat.

Membeli dari tangan pertama juga seringkali lebih murah dibandingkan dengan membeli dari showroom atau makelar karena transaksi dilakukan secara langsung dengan pemilik tanpa ada pembagian kepada pihak ketiga.

3. Gali informasi tentang latar belakang mobil

Sebelum memutuskan membeli mobil bekas, Anda harus banyak bertanya kepada pemiliknya. Jangan sungkan melakukannya, karena sebagai calon pembeli Anda berhak untuk menanyakan setiap detil mobil.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang bisa diajukan saat bertemu pemilik mobil:
  • Seberapa sering Anda memakai mobil ini?
  • Kemana saja rute perjalanan mobil ini?
  • Sejauh mana jarak yang pernah ditempuh mobil ini?
  • Selain pemilik, siapa saja yang sering mengemudikan mobil ini?
  • Bagaimana rutinitas servicenya?
  • Pernah menabrak atau ditabrak?
  • Adakah spare part yang pernah diganti?
  • Kenapa dijual?
Pastikan juga bahwa perawatan mobil selalu rutin dilakukan di bengkel resmi disertai dengan bukti pendukung berupa buku service. Selain untuk memastikan kualitas perawatan, buku service juga berguna untuk  memastikan jarak tempuh yang tercantum di odometer.

Pertemuan dengan pemilik, mobil akan lebih baik jika dilakukan di kediamannya. Setelah merasa puas dengan jawaban-jawaban daftar pertanyaan tersebut, langkah selanjutnya adalah mengecek mobil.

4. Periksa bodi mobil

Bodi mobil adalah bagian yang paling mudah untuk dicek. Perhatikan kondisi cat mobil, apakah ada bagian yang warnanya agak berbeda dengan bagian lain, apakah masih mulus, cari apakah terdapat titik-titik karat, goresan halus maupun kasar, penyok, atau bekas tambalan.

Ada sejenis penyok bergelombang yang agak sulit dideteksi. Biasanya jika siang hari sulit dilihat, karena itu Anda bisa mengecek bodi mobil pada dua waktu yang berbeda yaitu siang dan malam hari dengan bantuan sinar lampu senter.

Periksa setiap detail bodi mobil dari bagian depan, samping kanan kiri, serta plafon mobil. Perhatikan juga kondisi ban, jika kondisinya sudah mulai menipis tentu dapat menjadi alasan Anda untuk menawar harga.

5. Periksa interior mobil

Langkah selanjutnya setelah memeriksa bagian bodi adalah memeriksa interior. Informasi tentang review mobil di internet akan sangat berguna saat Anda melakukan ini.

Anda bisa menanyakan berbagai fitur mobil tersebut, dan pastikan semuanya masih berfungsi seperti multimedia, kamera parkir, sensor parkir, dan lain-lain.

Jika memakai sarung jok, buka dan periksa lapisan asli bawaannya. Nyalakan mesin mobil dan pastikan AC masih dingin dan berfungsi dengan baik.

Perhatikan jarak tempuh yang tercatat di odometer kemudian hitung dengan waktu pembelian mobil. Jarak tempuh yang wajar untuk mobil adalah 16.000 hingga 24.000 km per tahun. Namun hal ini tidak terlalu dapat menjadi patokan, yang terpenting adalah mobil tersebut rutin dirawat di service center sesuai dengan waktunya.

6. Periksa mesin mobil

Memeriksa mesin mobil adalah bagian yang paling sulit jika Anda tidak memiliki keahlian di bidang otomotif. Karena itu akan lebih baik jika Anda meminta bantuan seorang mekanik ataupun teman yang lebih paham untuk mendampingi.

Mobil dengan mesin yang baik akan mudah untuk dinyalakan, selain itu bunyi mesin terdengar halus tidak kasar.

Perhatikan bagian dalam kap mesin termasuk kabel dan selang-selang, pastikan seluruhnya terbebas dari korosi dan kebocoran. Bukalah tutup oli mesin dan periksa apakah ada buih. Jika terdapat buih maka dapat dicurigai adanya kebocoran oli.

Berikut adalah bagian-bagian ruang mesin yang harus diwaspadai bocor: radiator,blok mesin, gasket silinder. Kebocoran pada gasket silinder akan memakan biaya yang cukup tinggi. Jika hal tersebut terjadi pada mobil yang Anda periksa, sebaiknya urungkan diri.

Kebocoran pada radiator dapat diketahui dengan mengecek warna cairan pendingin. Jika cairan berwarna coklat kotor maka hal itu berarti ada kebocoran.

Perhatikan selang dan sabuk-sabuk, pastikan kondisinya tidak retak-retak atau kering. Kondisi retak dan kering mengindikasikan sabuk atau selang tersebut sudah usang dan dikhawatirkan bisa putus ketika mobil dikendarai. Selanjutnya hal itu juga akan merusak mesin.

Pastikan kecukupan jumlah oli dengan mengecek tongkat pengukur oli. Oli harus berwarna merah atau pink. Pemilik mobil yang baik juga biasanya akan merawat ruang mesin secara rutin dengan memolesnya hingga mengkilap.

7. Test Drive

Langkah selanjutnya adalah melakukan test drive. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada kendala atau keluhan apapun selama mobil dikendarai. Dalam melakukan test drive sebaiknya didampingi oleh pemilik agar langsung bisa bertanya ketika ada keluhan.

Uji mobil dengan melewati polisi tidur yang agak tinggi, rasakan bantingan suspensi dan perhatikan apakah ada bunyi aneh atau tidak.

Pindahkan perseneling dan pastikan bahwa perpindahannya lancar. Saat mobil melaju, rasakan kemudi sebaik mungkin. Jika terasa berat atau cenderung berbelok maka sebaiknya pembelian mobil lebih dipertimbangkan masak-masak.

Kemudikan mobil dengan kecepatan kurang lebih 50 km/jam kemudian injak rem. Saat Anda mengerem seharusnya tidak ada getaran pada pedal rem atau bunyi mendecit. Jika hal itu terjadi, mintalah penjelasan pada pemilik.


8. Kelengkapan surat kendaraan

Surat kendaraan seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) harus diperhatikan keasliannya.

Perhatikan halaman pengesahan, disitu terdapat hologram yang dapat diperiksa dengan mudah di bawah sinar matahari. Sesuaikan nomor rangka dan nomor mesin yang tercantum di surat kendaraan dengan yang terletak di dalam kap mesin.

Selanjutnya Anda dapat memeriksa BPKB dan STNK dengan mengecek di kantor Samsat. Pastikan bahwa surat kendaraan tersebut tidak sedang diblokir oleh Samsat.

9. Asuransi

Tanyakan kepada pemilik apakah mobilnya tercover asuransi atau tidak. Jika iya, minta dia untuk memperlihatkan dokumen-dokumen aslinya.
Asuransi kendaraan dapat dibalik nama jika dokumen dan surat jual beli lengkap. Karena itu sebelum bertransaksi sebaiknya harus mempersiapkan surat dan dokumen jual beli yang lengkap dan legal. Jangan lupa untuk meminta fotokopi KTP penjual.

Demikian 9 cara memilih mobil bekas. Memang diperlukan kesabaran dan ketelitian ekstra dalam melakukannya, namun membeli mobil bekas memang perlu ekstra hati-hati agar tidak menyesal di kemudian hari.

0 comments:

Post a Comment