Sejarah Peta Dunia Dari Jaman Kuno Hingga Modern


Planet Bumi yang merupakan tempat tinggal umat manusia terdiri dari berbagai samudera dan benua yang sangat luas. Menurut para ahli, luas total permukaan bumi sekitar 197 juta mil persegi atau kurang lebih 509 juta km persegi.

Peta Dunia - Wikipedia
Sebagian besar permukaan bumi tertutup air, dengan luas kurang lebih sekitar 361.132 km persegi. Sisanya merupakan daratan yang terdiri dari rangkaian pegunungan dataran tinggi, dataran rendah, pesisir pantai, dan berbagai jenis bentuk geografis lainnya.

Manusia dilahirkan dengan kodrat untuk selalu merasa ingin tahu tentang hal baru, termasuk dengan para nenek moyang bangsa-bangsa dari peradaban kuno. Demi memenuhi rasa keingintahuan dan semangat untuk bertahan hidup, mereka berlomba-lomba menjelajah dunia. Salah satu hasil dari penjelajahan mereka adalah peta, yang setiap generasi selalu disempurnakan hingga menjadi seperti peta yang kita kenal saat ini.

Lalu bagaimana tentang sejarah pembuatan peta dunia dari jaman kuno hingga mencapai bentuk peta seperti yang kita temukan saat ini? Membayangkannya saja sudah sangat sulit, bukan hanya karena bangsa terdahulu harus berjalan dan berlayar menjelajahi planet bumi tetapi mereka juga harus memiliki kemampuan imajinasi yang tinggi.

Berikut ini adalah sejarah pembuatan peta dunia dari jaman peradaban kuno hingga modern:

Peta Dunia Di Jaman Peradaban Kuno

Sekitar 2300 tahun SM, Bangsa Babilonia membuat peta dunia untuk pertama kali. Bangsa ini membuat peta dunia dalam bentuk lempengan yang terbuat dari tanah liat. Seni dan ilmu pengetahuan tentang pembuatan peta di jaman ini memang sedang berkembang pesat. Hal itu didorong oleh teori yang dikemukakan oleh salah seorang pemikir Yunani Kuno, Aristoteles, yang mengatakan bahwa bumi itu bulat.

Pemikiran Aristoteles tersebut disetujui oleh banyak ahli dan pemikir lain. Memang saat itu tidak ada yang berhasil membuktikan teori bumi bulat dengan melakukan perjalanan mengelilingi bumi, tetapi sangat sedikit orang Yunani kuno yang meragukan teori tersebut.

Pada tahun 165 SM ilmu pembuatan peta semakin memperlihatkan perkembangan yang mengagumkan. Hal tersebut berkat jasa seorang ahli bernama Ptolemaeous, yang berhasil menciptakan sebuah peta dunia dengan membagi Garis Lintang (Latitude) sekitar 60 derajat Lintang Utara (N) sampai dengan 30 derajat Lintang Selatan (S). Salah satu karya terbesar Ptolemaeous yang disebut Geographike Hyphygesis telah menjadi rujukan ilmu Geografi yang mendunia.

Peta Dunia Di Abad Pertengahan

Abad pertengahan adalah masa dimana doktrin dan ajaran agama telah berkembang dan mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan umat manusia di Eropa. Pada masa ini ilmu pengetahuan dan seni dimanfaatkan untuk kepentingan agama.

Ilmu pembuatan peta juga tidak luput dari pengaruh ini, peta buatan Eropa menempatkan Jerusalem di tengah-tengah bagian timur dengan orientasi bagian atas peta seperti terlihat pada gambar dibawah.

Pada abad ke 12 Masehi, pemikiran tentang bumi bulat semakin berkembang di seluruh dunia. Berbagai bangsa melakukan perjelajahan keliling dunia dan berhasil membuktikan kebenarannya. Berbagai bangsa yang hidup di wilayah Eropa, Arab, dan Mediterania semakin mengembangkan ilmu pemetaaan dengan membuat peta dunia.

Peta Dunia Di Abad Pertengahan Akhir

Ilmu pemetaan mengalami kejayaan pada abad pertengahan akhir. Menjelang akhir abad ke 15 ini para ilmuwan berhasil menemukan alat pembuatan peta yaitu papan kayu yang sebelumnya sudah diukir gambar peta.
Menginjak abad ke-16 pembuatan alat cetak peta mulai banyak menggunakan tembaga. Alat yang terbuat dari tembaga ini menjadi rujukan dasar pembuatan peta sampai akhirnya teknik fotografis dikembangkan.

Seorang ahli ilmu pemetaan dunia dari Beligia, Gerardus Marcator, mengembangkan proyeksi silindris untuk membuat peta global dan alat navigasi. Peta dunia pertama yang bekerja dengan proyeksi silindris pertama di dunia itu berhasil dia ciptakan dan diperkenalkan pada tahun 1569.

Peta Dunia buatan Gerardus Marcator
Peta Dunia buatan Gerardus Marcator
Peta Dunia Di Jaman Modern

Sejak abad ke 17 hingga saat ini, ilmu pemetaan semakin berkembang. Pembuatan peta sejak saat itu telah menggunakan metode-metode ilmiah sehingga mampu menggambarkan dunia secara lebih akurat dan tampak nyata.

Pembuatan peta dunia pada jaman ini telah menggunakan metode penggabungan potret udara hasil dari pengindraan jauh dan pengecekan lapangan. Saat ini peta memiliki berbagai jenis sesuai dengan fungsinya. Berdasarkan isinya, peta dibagi menjadi dua yaitu peta umum dan peta khusus.

1. Peta umum

Peta umum adalah sejenis peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum dan dapat digunakan untuk umum dengan berbagai tujuan. Peta jenis ini menggambarkan semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik penampakan fisis maupun penampakan sosial budaya.

Penampakan fisis adalah penggambaran permukaan alamiah Bumi seperti bukit, gunung, sungai, hutan, danau, ataupun laut. Sedangkan penampakan sosial budaya misalanya gambar jalan raya, rel kereta, bandara, dan lain-lain.

Peta umum menyajikan tidak hanya satu jenis unsur tetapi semua unsur permukaan bumi dengan skala yang sangat terbatas. Peta umum terdiri dari berbagai jenis, yaitu:

  • Peta Topografi, adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya permukaan bumi.
  • Peta Chartography, adalah peta yang menggambarkan sebagian permukaan bumi.
  • Peta Chorography, adalah  peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala antara 1:250.000 atau 1:1.000.000. 
2. Peta Tematik atau Peta khusus

Peta khusus atau disebut juga peta tematik adalah peta yang dibuat untuk menggambarkan kenampakan tertentu dengan menampilkan unsur-unsur tertentu saja. Tujuan pembuatan peta ini adalah untuk keperluan perencanaan atau pengelolaan bidang-bidang tertentu saja.

Contoh peta tematik antara lain peta curah hujan dan peta kepadatan penduduk.

0 comments:

Post a Comment