Kenapa Hidung Orang Indonesia Pesek? Saat Ini Para Ilmuwan Sudah Menguak Alasannya


Apakah kamu termasuk orang yang bertanya-tanya kenapa memiliki bentuk hidung pesek? Jangan pernah menyesalinya, karena ternyata bentuk hidung pesek yang dimiliki oleh rata-rata orang Indonesia adalah sebuah bukti bahwa manusia sudah berevolusi dengan baik.


Kenapa hidung orang Indonesia pesek
Kenapa hidung orang Indonesia pesek?
Sekelompok ahli genetika dari Akademi Ilmu Pengetahuan Dan Antropologi Rusia di Moscow State University (MGU) mengungkapkan hasil penelitian mereka bahwa bentuk hidung dan rahang bagian atas seseorang sangat tergantung pada kondisi iklim alam.

Penelitian itu dilakukan dengan cara mengukur bagian wajah dari tengkorak milik lebih dari 500 orang yang berasal dari 22 negara di Eropa. Hasil penelitian tersebut digunakan kemudian dicocokkan dengan data variasi iklim yang ada dan penelitian genetika.

Hasil dari penelitian ini akan bermanfaat dalam ilmu medis dan epidemiologi. Informasi tentang kecenderungan suatu etnis terserang penyakit tertentu atau daya tahan mereka terhadap virus tertentu akan turut membantu pengembangan ilmu pengobatan khususnya penyakit THT.

Iklim Dingin Menyebabkan Hidung Menjadi Mancung

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa manusia yang hidup di wilayah dengan iklim yang lebih dingin akan memiliki hidung yang lebih mancung dengan rahang atas yang lebih besar. Tentu saja perubahan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat, tetapi memakan waktu hingga lebih dari seribu tahun.

Andrei Yevteev, seorang peneliti senior di Laboratorium Antropogenesis MGU yang sekaligus penulis penelitian tersebut menjelaskan dari sisi fisiologis, udara yang masuk ke tubuh manusia harus dihangatkan ke suhu tubuh dan diserap dengan uap air saat mencapai paru-paru. Jika tidak maka dia akan sakit.

Menurutnya, saluran pernapasan pada dasarnya adalah sebuah alat untuk memproses udara. Dan setiap alat apapun akan berubah bentuk tergantung dari kondisi tempatnya bekerja.

Selain suhu, kelembaban udara pun memiliki andil dalam mengubah bentuk hidung. Penyesuaian bentuk hidung manusia yang hidup di Asia Utara yang beriklim sangat dingin dan kering sangat berbeda dengan mereka yang tinggal di Eropa Utara dan Timur Laut. Wilayah Eropa Utara dan Timur Laut beriklim dingin namun lembab.

Manusia yang tinggal di daerah yang sangat dingin seperti Siberia dan Ural Utara tidak hanya mengalami perubahan hidung tetapi juga telah mengalami perubahan pada seluruh struktur wajah mereka selama ribuan tahun.

Kenapa Hidung Orang Indonesia Pesek?

Setiap orang memiliki bentuk hidung yang bervariasi. Ada yang berhidung mancung, pesek, lubang hidung kecil atau lebar. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti internasional dan dipublikasikan dalam jurnal PLOS Genetics menguak fakta bahwa faktor utama yang membentuk hidung manusia adalah kondisi iklim lokal.

Sebelumnya para peneliti menganggap bahwa bentuk hidung manusia disebabkan oleh proses random yang dikenal sebagai pergeseran gentetik. Akan tetapi mereka kemudian menemukan penyebab yang sebenarnya adalah variasi seleksi alam di setiap populasi. Dan faktor yang paling mempengaruhi adalah iklim.

Mark D. Shriver, salah satu peneliti dari Pennsylvania State University, mengatakan "Baru-baru ini kami tertarik pada evolusi manusia dan penjelasan dibalik variasi warna kulit, warna rambut, serta bentuk wajah. Kami berfokus pada karakteristik hidung yang berbeda di seluruh populasi dan melihat variasi geografis yang terkait dengan suhu serta kelembaban."

Pada penelitian tersebut para ilmuwan menggunakan pencitraan wajah 3D untuk melakukan pengukuran terhadap 476 sukarelawan yang berasal dari Afrika Barat, Asia Timur, Asia Selatan, dan keturunan Eropa Utara.

Studi tersebut berhasil mengungkapkan bahwa hidung yang cenderung datar dengan lubang hidung lebar merupakan hasil proses adaptasi untuk orang-orang yang hidup di wilayah beriklim hangat dan lembab. Sedangkan hidung yang tinggi dan ramping dengan lubang sempit dimiliki oleh mereka yang tinggal di daerah dengan iklim dingin dan kering.

Hidung orang Indonesia yang cenderung datar juga disebabkan oleh faktor iklim yang hangat dan lembab. Ketika seseorang bernafas, udara yang dihirup harus mengalami penyesuaian suhu dan kelembaban. Lendir dan kapiler darah yang ada di dalam hidung akan membantu mendinginkan dan mengurangi kelembaban udara yang dihirup sebelum mencapai daerah sensitif dalam sistem pernafasan.

Dengan bentuk hidung yang datar dan lubang hidung cenderung lebar maka akan membantu mengurangi kontak antara udara yang dihisap dengan jaringan di dalam hidung yang memang sudah lembab dan panas sehingga daerah sensitif di sistem pernafasan akan aman untuk dimasuki udara.

Maka dapat disimpulkan bahwa penyesuaian bentuk hidung manusia dengan iklim adalah salah satu bentuk adaptasi manusia untuk bertahan hidup di habitatnya masing-masing.

0 comments:

Post a Comment