Inilah Daftar Agama Yang Mungkin Asing Di Telinga Kamu


Setiap manusia pasti memiliki akal pikiran yang telah dianugerahkan Tuhan. Selain itu manusia juga diberi kebebasan untuk berkehendak. Kehendak inilah yang jika diiringi dengan hawa nafsu yang berlebihan akan menyesatkan umat manusia dalam kehidupan.


Karena itu agar manusia tidak tersesat dan bertindak semena-mena maka diperlukan adanya pegangan hidup. Pegangan hidup ini bernama agama dan kepercayaan.

Di dunia ini banyak terdapat nama agama dengan kitab suci masing-masing. Di Indonesia sendiri agama resmi yang diakui oleh negara adalah Islam, Kristen Protestan, Katholik, Budha, Hindu, dan Kong Hu Cu.

Berdasarkan hasil sensus tahun 2010 dari 237.641.326 jumlah penduduk, 87,18% di antaranya beragama Islam, 6,96% Kristen Protestan, 2,9% Katholik, 1,69% Hindu, 0,72% Budha, 0,05% Kong Hu Cu, 0,13% agama lainnya, dan 0,38% tidak ditanyakan.

Kitab Suci Agama di Indonesia

Semua agama resmi yang diakui pemerintah Indonesia memiliki kitab suci masing-masing sebagai pedoman bagi pemeluknya. Berikut adalah nama-nama kitab suci agama di Indonesia:

1. Islam

Kitab suci agama Islam adalah Al Quran yang terdiri dari 114 surah. Dan surah-surah tersebut terdiri dari ayat-ayat. Sebagai contoh, salah satu surah yang terdapat dalam Al Quran adalah Surah Yasin. Surah Yasin adalah surat ke 36 dan terdiri dari 83 ayat.

2. Kristen Protestan

Agama Kristen Protestan memiliki kitab suci yang disebut Alkitab. Kitab tersebut terdiri dari 66 kitab yang dibedakan menjadi Perjanjian Lama dan Perjanjian baru. Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab sedangkan Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab.

3. Katholik

Sama halnya dengan Kristen Protestan, kitab suci umat Katholik pun bernama Alkitab. Namun Alkitab agama Katholik terdiri dari 66 kitab, dimana Perjanjian Lama memiliki 46 kitab sedangkan Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab.

4. Hindu

Kitab suci agama Hindu bernama Weda, yang juga disebut Catur Weda. Kitab ini terdiri dari Regweda, Yajurweda, Samaweda, dan Atharwaweda.

5. Budha

Kitab suci agama Budha disebut Tripitaka. Sesuai namanya, Tripitaka terdiri dari tiga kelompok ajaran yaitu Sutta Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.

6. Kong Hu Cu

Kitab suci agama Konghucu terdiri dari 3 kelompok yaitu Wu Jing, Si Shu, dan Xiao Jing. Wu Jing (Kitab Suci yang lima) terdiri dari Kitab Sanjak Suci (Shi Jing), Kitab Wahyu Perubahan (Yi Jing), Kitab Dokumen Sejarah (Shu Jing), Kitab Suci Kesusilaan (Li Jing), Kitab Chunqiu (Qiu Jing).

Baca juga:

Ternyata Samson adalah salah satu nabi dalam ajaran Islam
Khulafaur Rasyidin, nama sahabat nabi yang menjadi Khalifah
Nama-nama Agama Yang Asing Di Telinga

Selain enam agama diatas, ada juga berbagai agama lain yang mungkin masih terasa asing di telinga. Berbagai agama tersebut menyebar di seluruh dunia, beberapa di antaranya juga menyebar di Indonesia.

1. Agama Baha'i

Agama ini pertama kali diajarkan oleh Bahaullah pada abad ke-19 di Iran. Pada abad ke 21 ini jumlah mereka mencapai enam juta orang yang tersebar di seluruh dunia.
Baha'i mengajarkan bahwa agama adalah suatu proses pendidikan untuk dijalani umat manusia lewat ketentuan dari Tuhan. Bahaullah sang pendiri agama ini dianggap sebagai perwujudan Tuhan.

Bahaullah mengaku sebagai pendidik ilahi bagi semua umat beragama lainnya. Menurutnya, semua nubuat yang terdapat dalam ajaran agama lain merujuk kepadanya.

2. Agama Sikhisme

Agama yang terdengar asing ini sebenarnya merupakan salah satu agama terbesar di dunia. Ajaran ini pertama kali diserukan oleh Guru Nanak pada tahun 1499.

Dilahirkan di India dari keluarga penganut Hindu, pria bernama lengkap Nanak Dev tersebut dikisahkan mendapat wahyu setelah mandi pagi. Dengan umur 30 tahun pada saat itu, ia menyerahkan seluruh hartanya dan mulai melakukan perjalanan keliling negeri untuk menyebarkan agama Sikhisme.

Ajaran utama yang ia sebarkan adalah kepercayaan terhadap satu Tuhan yang pantheistik (Tuhan adalah segalanya). Seluruh naskah ajaran Sikhisme memiliki kalimat pembuka yang mencerminkan ajaran mendasar agama ini yaitu Ek Onkar (satu Tuhan).

Sikhisme juga memiliki ajaran sepuluh guru, ajaran cendekiawan Islam, dan juga ajaran cendekiawan Hindu. Dengan kata lain, Sikhisme memadukan ajaran Islam dan ajaran Hindu.

3. Agama Shinto

Agama Shinto secara harfiah berarti "jalan dewa". Agama ini berasal dari Jepang dan merupakan agama resmi yang diakui pemerintah Jepang. Ajaran agama ini mulai berkembang sejak jaman restorasi Meiji hingga sekarang.

Salah satu yang diajarkan oleh agama ini adalah bahwa pada dasarnya manusia memiliki watak yang bersih dan baik. Namun pada perkembangan selanjutnya ada yang wataknya menjadi kotor dan jelek. Dua hal ini dapat dihilangkan dengan menjalani upacara penyucian yang disebut Harae.

Upacara penyucian adalah bentuk ibadah utama dibandingkan dengan upacara lainnya. Selain upacara ini ada juga ritual upacara pemujaan Dewi Matahari atau Ameterasu Omikami. Pemujaan ini rutin dilakukan oleh masyarakat Jepang pada bulan Juli dan Agustus bertempat di gunung Fuji. Dewi Matahari diyakini sebagai Dewi kemakmuran dan kemajuan bidang pertanian. 

4. Agama Marapu

Karena jumlah pengikutnya tidak banyak, Marapu jarang terdengar di pemberitaan. Marapu adalah agama lokal asli yang dianut oleh penduduk Sumba dan sekitarnya. Lebih dari setengah penduduk Sumba menganut agama ini.
Seperti halnya kepercayaan yang dianut oleh suku-suku di Indonesia pada umumnya, agama Marapu mengajarkan pemujaan terhadap arwah nenek moyang dan leluhur.

Penganut agama ini percaya bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara, nanti setelah kehidupan dunia berakhir mereka akan hidup kekal di Surga Marapu.

5. Sabian (Shabi'in)

Sabian adalah salah satu agama dari Timur Tengah yang disebut dalam Al Quran selain Yahudi dan Nasrani. Kitab suci yang dijadikan pedoman bagi mereka adalah kitab Mazmur (Zabur). Salah satu ajaran yang menjadi ciri khas agama ini adalah kepercayaan bahwa takdir manusia diatur oleh bintang-bintang.

Penganut agama Sabian mengikuti ajaran para nabi seperti Nabi Idris dan Nabi Yahya. Bahkan Nabi Yahya sangat dimuliakan oleh mereka. Namun di sisi lain mereka menolak ajaran nabi Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad SAW.

Mereka mengakui kenabian Yahya A.S dan mengikuti ajarannya, namun di antara pengikutnya ada yang dinamakan Firqah. Golongan ini gemar mengubah-ubah ajaran agama Sabian dengan memalsukan kitab mereka.

6. Druze (Darazi)

Agama ini juga berasal dari Timur Tengah dan disebarkan oleh nabi mereka yang bernama Jethro dari Midian. Ajaran agama ini merupakan gabungan dari ajaran agama Yahudi, Kristen, Islam, Hindu, serta ajaran filsuf dari Yunani seperti Aristoteles, Plato, dan Socrates.

Mereka mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, namun mereka juga mempercayai konsep tentang adanya reinkarnasi.

Komunitas terbesar kaum Druze tinggal di Lebanon. Sedangkan di negara-negara lain terdapat seperti Israel, Yordania dan Suriah kaum ini berjumlah lebih sedikit.

Jika bertemu dengan penganut agama Druze untuk pertama kalinya, mungkin kita akan menyangka bahwa mereka beragama Islam. Hal itu karena mereka menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa keseharian. Selain itu kehidupan sosialnya pun sama dengan orang Arab.

7. Agama Nestorian

Sebelum agama Islam masuk ke Nusantara, sebetulnya ada salah satu sekte agama Kristen bernama Nestorian yang masuk lebih dulu. Agama ini masuk ke Nusantara pada tahun 645 M. Agama Nestorian merupakan sekte Kristen yang ditolak oleh sekte-sekte Kristen besar lainnya akibat ketidaksepahaman tentang konsep trinitas.

Berbeda dengan sekte lainnya, kaum Nestorian mengajarkan bahwa Yesus merupakan dua pribadi. Pribadi pertama sebagai manusia dan pribadi kedua sebagai putra Allah. Mereka menolak gelar Maria sebagai Theotokos (Yang melahirkan Allah) melainkan Kristotokos (Yang melahirkan Kristus) karena mereka memandang Maria hanya melahirkan Yesus sebagai manusia, bukan pribadi ilahiahnya.

8. Samaria

Penganut Kristen mungkin merasa tidak asing dengan sebutan Samaria karena nama ini telah beberapa kali disebutkan dalam kitab Injil. Samaria adalah sekte pecahan dari agama Yahudi.

Pada abad ke 6 sebelum Masehi, bangsa Yahudi dibuang ke Babilonia setelah ditaklukkan oleh kerajaan tersebut. Sementara itu bangsa Samaria yang mengaku sebagai keturunan Nabi Yusuf tetap berada di Israel. 

Ketika bangsa Yahudi kembali ke tanah mereka, bangsa Samaria menuduh mereka telah terpengaruh oleh kebudayaan Babilonia dan ajaran agama mereka sudah tidak murni lagi.  

Penganut Samaria sekilas nampak seperti ulama-ulama muslim, sangat jauh dengan penampilan bangsa Yahudi pada umumnya. Perbedaan utama antara Yahudi dan Samaria terletak pada kitab suci masing-masing dimana Yahudi berpedoman pada kitab Taurat Daud sedangkan Samaria memilih kitab Taurat Musa. 


0 comments:

Post a Comment