Hindari Hal-Hal Ini, Karena Dapat Membatalkan Pahala dan Puasa Kamu


Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim karena terdapat banyak keberkahan di dalamnya. Di bulan ini umat muslim diwajibkan berpuasa, yang bukan hanya ritual menahan lapar dan dahaga saja tetapi juga menahan emosi dan perbuatan buruk lainnya.
 
Hal-hal yang membatalkan pahala dan puasa Ramadhan
Hal-hal yang membatalkan pahala dan puasa
Sebelum berpuasa, umat muslim harus mengetahui perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa dan perkara yang dapat membatalkan puasa. Mungkin kita dapat menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, tetapi yang paling sulit adalah menghindari perkara yang menghilangkan pahala puasa.

Karena itulah kita harus berhati-hati dalam menjalankan ibadah puasa agar terhindar dari perkara-perkara tersebut sehingga dapat mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan ini. Kemudian apa sajakah perkara-perkara yang membatalkan puasa dan yang dapat menghilangkan pahala puasa?

1. Perkara yang dapat membatalkan puasa

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa adalah suatu hal yang jika dilakukan maka akan membuat puasa menjadi tidak sah dan batal. Dengan tidak sahnya puasa maka sekaligus kita juga akan kehilangan pahala berpuasa.

Makan dan minum dengan sengaja

Yaitu dengan sengaja memasukkan makanan, minuman, atau benda lain ke dalam mulut sehingga makanan atau benda tersebut masuk ke dalam perut. Jika melakukannya akibat ketidak sengajaan karena lupa maka tidak membatalkan puasa.

Jima'

Jima' artinya berhubungan intim. Melakukan jima' pada siang hari di bulan puasa akan menyebabkan batalnya puasa. 

Mengeluarkan mani 

Melakukannya dengan sengaja akan membuat puasa seseorang menjadi batal. Kecuali jika keluarnya air mani akibat disebabkan karena bermimpi.

Muntah dengan sengaja

Muntah dengan sengaja misalnya dengan sengaja memasukkan jari kedalam kerongkongan sehingga makanan atau minuman keluar. Jika muntah karena sakit maka tidak membatalkan puasa.

Haid dan nifas

Wanita yang sedang dalam masa menstruasi atau nifas tidak boleh berpuasa.

Memasukkan jarum suntik

Memasukkan jarum suntik dengan tujuan agar mengenyangkan akan membatalkan puasa.

Mengalami kegilaan

Orang yang mengalami kegilaan tidak diperintahkan berpuasa. Jika sesorang yang waras tiba-tiba mengalami kegilaan saat tengah berpuasa maka puasanya batal.

Merokok

Rokok adalah salah satu dari benda selain makanan dan minuman yang dapat membatalkan puasa jika masuk ke dalam tubuh. Karena itu merokok atau dengan sengaja menghisap asap rokok akan membatalkan puasa.

Memasukkan benda melalui kubul dan dubur

Yaitu dengan sengaja memasukkan benda padat atau cair melalui lubang dubur ataupun kubul. Oleh karena itu kita sebaiknya tidak berenang saat berpuasa.

Perkara-perkara yang membatalkan puasa pada umumnya dapat lebih mudah dihindari dibandingkan dengan perkara yang menghilangkan pahala puasa. Segala macam kemaksiatan adalah termasuk kedalam hal-hal yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala berpuasa.

2. Perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa

Selain ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, ada juga hal lain yang dapat menghilangkan pahala berpuasa. Secara hukum puasa seseorang tetap sah, namun tanpa disadari ia kehilangan pahala atas puasanya tersebut jika melakukan hal-hal berikut:

Berdusta

Berbohong adalah salah satu perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Seseorang akan berdosa jika berbohong, baik di bulan Ramadhan atau di bulan lainnya. Jika berbohong saat berpuasa maka selain mendapat dosa, pahala puasanya juga hilang.

Bergunjing (Ghibah)

Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat dalam diri seorang muslim yang jika mendengarnya maka ia tidak akan menyukainya. Contoh Ghibah diantaranya adalah membicarakan tentang perilaku, jasmani, agama, kekayaan, dan lain-lain.

Hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat
  
Membaca tulisan, menonton film, berkhayal, ataupun melihat aurat lawan jenis sehingga membangkitkan syahwat dapat menyebabkan hilangnya pahala puasa. 

Marah dan berkata kotor

Ketika seseorang sedang berpuasa kemudian marah-marah atau berteriak dengan kata-kata kotor maka hal itu tidak akan menyebabkan puasanya batal, tetapi akan mengurangi pahalanya.

Kemaksiatan

Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan pengamalannya serta kebodohan, maka Allah tidak butuh kepada perbuatannya yang meninggalkan makan dan minum” (HR. Al Bukhari)

Hadits tersebut berarti bahwa Allah tidak akan menerima puasa orang-orang yang berdusta dan pengamalannya serta kebodohan. Pahala puasanya berkurang bahkan bisa hilang sama sekali. Tidak ada yang mereka dapatkan kecuali hanya rasa lapar dan haus yang sia-sia. (Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari)

Dalam hadits tersebut juga disebutkan tiga perkara yaitu perkataan dusta, pengamalan dusta, dan kebodohan. Jika dirinci maka banyak sekali perbuatan yang termasuk ke dalam ketiga kategori tersebut seperti fitnah, kesaksian palsu, sumpah palsu, sumpah serapah, pertengkaran, merugikan orang lain karena dengki, mencuri, korupsi, menipu, dan lain-lain.

Baca juga:
Ciri-ciri Dan Tanda Malam Lailatul Qadar
Inilah Keutamaan Bulan Ramadhan Dan Amalan Ibadah Sunnah Di Bulan Ramadhan
Jangan Sembarangan Memilih, Hindari Makanan Ini Ketika Berbuka Puasa

0 comments:

Post a Comment