Dibubarkan Pemerintah, Inilah Sejarah Hizbut Tahrir Indonesia


Menko Polhukam telah mengumumkan keputusan pemerintah untuk membubarkan ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan sering menimbulkan gesekan di masyarakat.

Pembubaran HTI
Jubir HTI, Muhammad Ismail Yusanto
"Setelah melakukan pengkajian yang seksama, dan pertimbangan mendalam, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah hukum untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di seluruh Indonesia," kata Wiranto dalam jumpa pers di kantor Kementrian koordinator politik hukum dan keamanan, Senin (08/05) siang. Sebagaimana dilansir BBC.

Menurut Wiranto, ada beberap faktor yang mendorong pemerintah mengambil keputusan tersebut, yaitu:

  1. HTI tidak mengambil peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.
  2. Kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 17 tahun 2013 tentang Ormas.
  3. Aktivitas yang dilakukan HTI nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat yang pada gilirannya dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat serta membahayakan keutuhan Indonesia.
Berdasarkan pertimbangan di atas, kata Menkopolhukam, pemerintah Indonesia mengambil langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI.

Wiranto juga mengatakan bahwa pemrintah juga membubarkan melalui langkah-langkah hukum dan berdasarkan hukum sehingga nanti akan ada proses pengajuan kepada lembaga peradilan.

Sejarah Hizbut Tahrir Indonesia

Didirikan oleh Syek Taqiyuddin an-Nabhani pada tahun 1953 di Palestina, Hizbut Tahrir adalah salah satu organisasi yang memiliki tujuan untuk melanjutkan kehidupan Islam dan menyebarluaskan dakwah Islam ke seluruh dunia.

Di awal pendiriannya, Hizbut Tahrir memposisikan diri sebagai partai politik berideologi Islam. Organisasi ini masuk ke Indonesia sejak tahun 1980-an. Pada saat itu mereka kerap melakukan dakwah di kampus-kampus besar Indonesia.

Pada era tahun 90-an, HTI memperluas kegiatan dakwah ke masyaratkat melalui acara di mesjid, perkantoran, bahkan perumahan.

Dikutip dari situs Hizbut Tahrir Indonesia, mereka sudah ada di berbagai negara di dunia seperti Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Libya, Sudan, dan Mesir. Salah satu misi HTI adalah untuk mewujudkan kebangkitan umat Islam dan kehidupan umat manusia dapat berjalan dengan hukum Islam.

Metode Menegakkan Daulah Islamiyah di Dunia

Dalam upayanya untuk mewujudkan kembali kejayaan Islam, HTI menggunakan metode yang digunakan Rasulullah SAW. Metode tersebut terdiri dari tiga tahap yaitu:

1. Tahap pembinaan dan pengkaderan

Dengan pembinaan ini diharapkan seorang muslim akan memiliki kesadaran bahwa menegakkan syariah Islam dan Khilafah Islamiyah merupakan kewajiban asasi bagi dirinya dan berdiam diri terhadap akidah serta sistem kufur adalah kemaksiatan.

2. Tahap interaksi dan perjuangan di tengah umat

Tahap kedua adalah tahap interaksi dan perjuangan di tengah umat. Setiap pribadi muslim yang telah terhimpun dalam organisasi ini harus diterjunkan ditengah masyarakat untuk melakukan dakwah secara terang-terangan.

3. Tahap penerapan hukum Islam

Tahap selanjutnya adalah penerapan syariah Islam sebagai hukum dan perundang-undangan bagi masyarakat dan negara secara kaffah.

Tanggapan HTI Terkait Pembubaran

Juru bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto mengaku merasa heran dengan tindakan pemerintah yang membubarkan organisasi tersebut secara sepihak. Menurutnya selain harus melalui pengadilan, pembubaran ormas juga harus melalui beberapa tahap diantaranya melalui Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan 3.

"Sementara sampai hari ini saja kami SP 1 saja tidak pernah. Sekarang, ujug-ujug mau dibubarkan. Kalau sekarang pemerintah mengatakan, jangan lah ada kelompok intoleran, sebenarnya yang intoleran adalah pemerintah," jelas Ismail seperti dilansir Liputan6 pada Senin (08/05/2017).

0 comments:

Post a Comment