Daftar Sayuran Dan Buah Untuk Mencegah Dan Melawan Kanker


Kanker adalah salah satu penyakit paling mematikan saat ini dan bisa menyerang setiap orang dari berbagai latar belakang baik muda maupun tua. Daripada harus mengobati, tentu lebih baik jika kita mencegah penyakit itu sejak dini.

Sayur dan buah-buahan
 Selain berolah raga, kanker juga dapat dicegah dengan cara mengkonsumsi buah dan sayuran secara rutin. Tentu tidak semua buah dan sayuran dapat memerangi dan mencegah kanker. Berikut ini adalah daftar sayuran dan buah untuk mencegah kanker.

Sayuran untuk mencegah dan melawan kanker:

1. Bawang putih tunggal
Bawang putih tunggal mengandung nutrisi yang mampu menangkal penyakit kanker terutama penyakit kanker perut dan kanker usus besar. Senyawa organosulfida yang terkandung di dalam bawang putih tunggal dapat membantu kinerja hati dalam mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Selain itu khasiat bawang putih tunggal juga diantaranya untuk mengobati flu, menurunkan kolesterol, kesehatan ibu hamil, meningkatkan daya ingat, serta mengatasi hipertensi.

2. Kedelai

Kedelai adalah salah satu jenis makanan yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Salah satu fungsi kedelai adalah untuk mencegah kanker. Pasien yang mengidap kanker disarankan untuk banyak mengkonsumsi kedelai karena kandungan isoflavon yang terdapat didalamnya.

Isoflavon adalah suatu senyawa anti kanker yang memiliki struktur kimia yang hampir sama dengan hormon estrogen dan hormon androgen. Karena itu pula walaupun baik untuk melawan kanker tetapi kedelai tidak boleh dikonsumsi oleh penderita kanker payudara dan kanker prostat.

3. Kunyit

Kandungan Curcumin dalam kunyit berfungsi untuk menghambat perkembangan sel kanker dan membantu kinerja obat kanker dalam memerangi penyakit tersebut agar tidak menyebar. Ketika seseorang terkena penyakit kanker maka enzim COX-2 akan menyebabkan terjadinya peradangan sehingga memicu pertumbuhan dan penyebaran kanker.

Curcumin yang terdapat dalam kunyit mampu menghentikan enzim tersebut serta dapat mencegah kerusakan hati yang disebabkan bakteri. Dengan organ hati yang sehat maka tubuh akan menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang banyak untuk melawan sel kanker.

4.Kacang hitam

Bedasarkan penelitian dari Michigan State University, diketahui bahwa kacang hitam dan buncis dapat mengurangi kanker usus besar pada tikus secara signifikan. Hal tersebut karena kandungan nutrisi yang terdapat dalam kacang-kacangan dapat meningkatkan kadar asam lemak yang ketika dalam konsentrasi tinggi akan mencegah perkembangan kanker.

5. Daun Sirsak

Berbagai penelitian menyatakan bahwa daun sirsak mengandung senyawa anti kanker yang disebut ace-togenins. Jika dibandingkan dengan kemoterapi, senyawa ini memiliki kinerja 10.000 kali lipat lebih baik.

6. Kubis
Kubis adalah salah satu musuh utama kanker. Khasiat berbagai jenis kubis seperti kubis putih, kubis hijau, brokoli, bunga kol, selada air, maupun kol ungu sudah dikenal sejak jaman dahulu.

Bahkan Hipokrates yang hidup pada tahun 460-377 SM mengatakan bahwa kubis adalah sayuran yang memiliki ribuan khasiat. Mengkonsumsi kubis minimal 5 porsi setiap minggu akan memperkecil resiko terserang penyakit kanker dan bahkan dapat memerangi perkembangan sel kanker.

Namun agar khasiatnya tidak hilang, proses pengolahan kubis harus dilakukan dengan cara yang benar. Kubis tidak boleh dimasak terlalu lama. Selain itu kebersihannya harus benar-benar dijaga.

Buah-buahan untuk mencegah dan melawan kanker:

1. Apel

Kandungan Flavonoids atau Phenolics yang tinggi dalam buah apel sangat bermanfaat untuk melawan kanker. Sebuah riset yang dilakukan di Cornell University berhasil menemukan bahwa apel memperlambat pertumbuhan tumor asenocarcinoma.
Jenis tersebut merupakan penyebab kematian terbesar untuk penderita kanker payudara. Percobaan yang dilakukan dengan cara memberi asupan apel pada tikus tersebut berakhir dengan sebuah kesimpulan bahwa semakin banyak tikus tersebut mengkonsumsi apel maka semakin lambat pula perkembangan tumor dalam tubuhnya.

Asupan apel bukan hanya memperlambat perkembangan tumor melainkan juga membuat tumor mengecil dan menjadi tidak membahayakan. Berbeda halnya dengan tikus yang tidak diberi asupan apel, tumor dalam tubuhnya terus berkembang sehingga berakhir dengan kematiannya.

Selain melawan kanker, apel juga memiliki berbagai khasiat lain diantaranya melindungi tulang, mengobati asma, mencegah alzheimer, menurunkan kolesterol, dan mengatasi diabetes.

2. Jeruk bali

Jeruk bali mengandung kalium yang berfungsi untuk membantu tubuh memerangi pertumbuhan sel kanker. Beberapa penelitian yang diterbitkan dalam a journal of nutritional bichemistry memberikan kesimpulan bahwa jeruk bali mengandung aringenin dan flavonoid yang dapat membantu perbaikan DNA.
Selain itu kandungan vitamin C dan fitonutrien yang ditemukan dalam jeruk bali membantu mencegah sejumlah permasalahan terkait dengan kerusakan DNA dan stress oksidatif.

Salah satu penelitian yang dipresentasikan pada acara Pertemuan Nasional ke 228 dari American Chemical Society menemukan bahwa senyawa yang terkandung dalam jeruk bali seperti apigenin, hesperidin, limonin, naringin, naringenin, dan nobiletin ternyata mampu membunuh sel-sel kanker serta meningkatkan pertumbuhan sel-sel yang sehat dalam pada usus.

Selain melawan kanker, jeruk bali juga berkhasiat untuk mendetoksifikasi hati, mengatasi asma, dan meningkatkan imunitas tubuh.

3. Buah Mangga

Dalam buah mangga terkandung antioksidan dalam jumlah tinggi yang sangat bermanfaat untuk mengurangi resiko kanker. Antioksidan tersebut berfungsi untuk membantu tubuh melawan serangan berbagai radikal bebas pemicu kanker.

Selain itu buah mangga juga mengandung senyawa alami bernama tannin. Senyawa ini dapat menekan perkembangan kanker dengan cara mencegah pembelahan sel kanker dalam tubuh.

4. Alpukat

Selain dikenal memiliki rasa yang enak, buah alpukat juga ternyata berkhasiat untuk melawan penyakit kanker. Alpukat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.

Salah satu cara untuk menghambat sel kanker adalah dengan mengurangi kadar protein jahat dalam tubuh. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam alpukat seperti beta-carotene, neoxanthin, dapat mencegah protein jahat sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Kandungan Vit C dan E dalam alpukat berkhasiat untuk membantu tubuh dalam melakukan regenerasi sel. Vitamin E bekerja mengoptimalkan distribusi oksigen ke seluruh tubuh sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan optimal. Vitamin C bekerja dengan cara memberikan perlindungan pada sel tubuh agar tidak mudah rusak serta mempercepat regenerasi sel.

Selain berkhasiat untuk mencegah dan melawan kanker, alpukat juga berfungsi untuk menjaga kesehatan usus dan mengatasi hipertensi.

5. Pepaya

Khasiat pepaya sudah dikenal sejak jaman cina kuno. Dalam pengobatan tradisional Cina, pepaya dipercaya berkhasiat untuk mengatasi gangguan pencernaan dan membunuh cacing usus.

Pada tahun 1997 Yayasan Kanker Internasional melaporkan tentang khasiat karoten dan vitamin C yang terdapat dalam buah pepaya dalam mencegah kanker. Mengkonsumsi buah ini dapat mencegah kanker paru-paru, kanker usus, pankreas, dan kanker payudara.

Rutin memakan buah pepaya dalam jumlah yang cukup akan mengurangi penyerapan nitrosamines yang berasal dari makanan olahan. Asam folat yang terkandung dalam pepaya bermanfaat untuk mengurangi dyslaspia serviks dan berbagai jenis kanker lainnya.

6. Delima

Buah delima merah atau disebut juga red pomegranate sangat baik dalam mencegah serta melawan kanker. Kesimpulan ini didapat dari penelitian yang dilakukan di University of California. Kandungan nutrisi dalam buah delima dipercaya dapat melawan kanker prostat dan jenis kanker lainnya.

Sebuah penelitian lain yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology tahun 2005 menemukan bahwa meminum segelas jus delima setiap hari dapat meningkatkan aliran darah dan mencegah resiko penyakit jantung.

Seorang ahli diet, Helen Bond, mengatakan, "Buah delima memang merupakan buah yang kaya akan nutrisi dan antioksidan baik. Buah ini merupakan salah satu buah yang dapat memperpanjang umur sekaligus membantu mencegah seseorang dari resiko kanker. Zat anti inflamasi dari buah ini juga memungkinkan seseorang jauh dari resiko penuaan dini dan alzheimer. Namun dibutuhkan banyak penelitian yang dilakukan pada hewan atau di laboratorium, dan uji coba ke manusia dalam skala yang lebih besar".

0 comments:

Post a Comment