Blue Whale Challenge, Permainan Tantangan Bunuh Diri Online


Dunia maya tengah ramai membahas tentang sebuah permainan maut yang disebut Blue Whale Challenge. Dikatakan bahwa dalam permainan ini para peserta akan ditantang untuk melakukan berbagai tindakan menyakiti diri sendiri yang dapat menyebabkan kematian.

Seorang kurator atau master dari Blue Whale Challenge akan meminta peserta untuk melakukan hal-hal yang mengerikan secara bertahap seperti melukis gambar ikan paus di lengannya menggunakan benda tajam.. Dan pada akhirnya peserta akan ditantang untuk mengakhiri hidupnya secara tragis seperti menabrakkan diri ke kereta yang sedang melaju kencang, atau melompat dari gedung tinggi.

Lukisan Korban Blue Whale Challenge
Permainan ini disebarkan melalui media sosial dengan tagar #BlueWhaleChallenge, merayu para remaja sambil berharap menemukan remaja yang emosinya tidak stabil atau mengalami depresi berat sehingga memiliki kecenderungan melakukan bunuh diri.

Salah satu kalimat mengerikan yang disebarkan oleh Kurator permainan ini adalah "Sekali kamu masuk, maka kamu tidak boleh berhenti. Atau kami akan mendatangimu."

Hingga kini publik masih belum mengetahui pasti siapa yang berada di balik permainan ini. Namun kecurigaan mengarah ke situs vk.com (vkontakte) yang berasal dari Rusia. Situs tersebut diduga sebagai asal mula tantangan Blue Whale Challenge ini.

Kata Blue Whale dipilih karena mereka berpendapat bahwa paus yang terdampar di pinggir pantai sengaja berenang ke daratan untuk mengakhiri hidupnya. Dengan demikian memang tujuan akhir mereka adalah untuk membuat peserta akhirnya mau melakukan bunuh diri.

Peserta tantangan ini diduga dimasukkan ke dalam suatu grup chat rahasia di berbagai media online seperti Skype, Whatsapp, Facebook, dll. Kurator yang juga berada di dalam grup tersebut akan meminta pemain untuk melakukan berbagai tantangan selama 49 hari.

Berbagai tantangan tersebut di antaranya mengukir huruf, gambar atau simbol tertentu seperti f57, f40, bahkan menggambar ikan paus di bagian tubuh seperti lengan dan kaki menggunakan silet, cutter atau pisau. Peserta juga akan diminta untuk duduk di atap rumah pada dini hari, serta berbagai tantangan yang menyakiti diri sendiri lainnya. 

Pada hari ke-50, tantangan terakhir diberikan. Peserta diberi tantangan terakhir untuk bunuh diri. Sesaat sebelum melakukan aksi itu peserta diminta untuk melakukan selfie dan mengunggah foto terakhir mereka ke media sosial sambil menuliskan kata perpisahan seperti "Goodbye".

Higgypop melaporkan, Blue Whale Challenge ini diduga menjadi penyebab aksi bunuh diri yang dilakukan oleh 80 hingga 130 anak remaja di Rusia pada rentang waktu November 2015 s.d April 2016. Polisi setempat mengatakan bahwa sang Kurator mendekati korban melalui media sosial.

Para Korban Permainan Blue Whale Challenge

Permainan Blue Whale Challenge dikabarkan sudah merenggut banyak nyawa anak remaja. Kematian tragis harus mereka alami demi mendapat kemenangan dalam permainan ini.

Yulia Konstantinova

Yulia Konstantinova (15) adalah gadis cantik berasal dari Ust-Ilimsk, Rusia, yang diduga sebagai peserta permainan tersebut.

Yulia Konstantinova
Gadis ini ditemukan tewas bunuh diri dengan melompat dari lantai 14 sebuah apartemen. Di akun Facebooknya, Yulia menuliskan kata "End" sebagai caption foto ikan paus yang diunggahnya.

Unggahan terakhir Yulia
Rina Palenkova

Remaja lain yang diduga meninggal akibat permainan ini adalah Rina Palenkova. Kematiannya menjadi sorotan publik karena begitu tragis.Sebelum menabrakkan diri ke kereta yang melaju, Rina mengunggah foto selfie dirinya.

Unggahan terakhir Rina Palenkova
Daily Mail melaporkan, gadis remaja yang tidak mau disebutkan namanya turut menjadi korban dari permainan ini. Warga menemukannya terbaring di bawah jembatan rel kereta api sedang merintih kesakitan setelah upaya bunuh dirinya gagal.

Warga yang menemukannya kemudian membawa gadis tersebut ke rumah sakit. Akibat dari usaha bunuh dirinya, korban mengalami luka-luka dan patah kaki. Kemudian ia mengaku ikut dalam permainan Blue Whale Challenge.

Pihak rumah sakit yang merawatnya mengatakan bahwa pada tubuh korban ditemukan luka yang dibuat menggunakan benda tajam bertuliskan f57 di lengan kiri dan kata "Yes" di kaki kanan. Korban mengaku bahwa kata itu adalah tantangan dari Kurator untuk peserta permainan ini.

Apa Saja Upaya Polisi Rusia Untuk Menangani Kasus Ini? 

Dilansir The Sun, Polisi Rusia telah melakukan sweeping terkait kasus permainan maut ini. Dilaporkan bahwa dua anak remaja laki-laki ditahan oleh polisi saat mengabadikan aksi bunuh diri Yulia ke dalam video.
Di Krasnoyarks, polisi baru-baru ini menangani tiga kasus kriminal berupa hasutan untuk melakukan bunuh diri. Pada tiga kasus tersebut semua remaja berhasil diselamatkan.

Seorang kepala sekolah setempat menghubungi pihak berwenang dan melaporkan bahwa ia menerima telepon gelap yang mengatakan bahwa seorang murid telah bergabung ke dalam "group kematian" dan berencana akan mengakhiri hidupnya.

Polisi berhasil mengidentifikasi gadis tersebut dan ia menjelaskan bahwa ia telah bergabung ke dalam suatu permainan dan mendapat tugas dari admin. Gadis itu tidak mematuhi tugas yang menyakiti diri tersebut karena ketakutan.

Upaya Pencegahan

Sampai saat ini Blue Whale Challenge telah menyebar ke luar Rusia seperti ke Portugal, Ukraina, Spanyol, bahkan Dubai. Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, beberapa netizen mencoba mendekati anak yang memposting aksi tersebut di media sosial.

Netizen berusaha membujuk peserta tantangan
Banyak anak di negara-negara tersebut melakukan aksi bunuh diri akibat depresi, bullying, hingga pelecehan seksual yang dialaminya. Kemarahan dan rasa malu yang dipendam akhirnya meledak dan mendorong mereka bunuh diri.

Maka untuk mencegah hal itu sebagai orangtua harus dapat memberikan perhatian, menanyakan tentang kegiatan anak di sekolah, dan menjadi tempat yang nyaman bagi anak mengadu tentang apapun.

"Tujuan Anda berbicara dengan mereka adalah bukan hanya agar mereka keluar dari rencana bunuh diri itu. Tujuan Anda adalah untuk melibatkan mereka dengan sejumlah bantuan agar mereka bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan." ujar Dr. John Campo, ketua bidang psikiatri dan perilaku kesehatan di The Ohio State University Wexner Medical Center.

Pemerintah Indonesia telah berusaha untuk berperan serta dalam mencegah bunuh diri, yaitu dengan membuka layanan konseling khusus tentang berbagai masalah kejiwaan selama 24 jam.

Konseling melalui saluran telepon ini diadakan oleh Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor telepon 021-500-454.
 

0 comments:

Post a Comment