Klinik Riset Ditutup di Indonesia, Doktor Warsito Buka Klinik Riset Pembasmi Kanker Di Polandia


Nama Doktor Warsito sempat mencuat beberapa tahun lalu ketika ia menemukan sebuah alat bernama ECVT ( Electical Capacitance Volume Tomography). Alat ini merupakan sistem pemindaian dengan biaya murah, bebas radiasi, dan dapat mendeteksi kelainan fisiologi dalam tubuh manusia yang disebabkan oleh tumor dan lain-lain. 


Doktor Warsito menerima banyak penghargaan dari berbagai pihak terkait penemuannya tersebut. Salah satu penghargaan yang diterima adalah BJ Habibie Technology Awards 2015.

Doktor dengan nama lengkap Warsito Purwo Taruno ini merupakan salah seorang ilmuwan jenius lulusan Jepang, yang sejak pulang ke Indonesia berusaha mengembangkan alat medis yang dapat menjadi alternatif bagi penderita penyakit kanker.

Melalui akun Facebooknya, Doktor Warsito menyatakan bahwa teknologi ECVT hasil temuannya telah digunakan oleh NASA pada tahun 2006. Teknologi tersebut digunakan untuk pengembangan sistem pemindaian di pesawat ulang alik.

Setahun kemudian jurnal penelitian ECVT diterbitkan di IEEE Sensors Journal dengan alamat Fisika UI 2008. Pemerintah Amerika Serikat memakai jurnal tersebut sebagai model sistem pemindaian untuk pengembangan "Next Generation Power Plan" serta untuk memverifikasi hasil simulasi Super Computer skala penta-eksa.

Prestasi Doktor Warsito yang berasal dari Karanganyar ini tentu sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia. Hasil penelitiannya tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat harapan hidup pasien penderita penyakit kanker, tumor, alzheimer, dan sebagainya.

Namun pada akhir tahun 2015 lalu masyarakat dikejutkan dengan kabar yang tidak diduga. Melalui akun Facebooknya, Doktor Warsito mengungkapkan bahwa ia menerima surat dari sebuah lembaga pemerintah Indonesia yang isinya memerintahkan agar ia menghentikan riset yang dilakukannya.

"12 tahun kemudian sejak pertama kali ECVT  ditemukan, hari ini di tempat yang sama saya mendapat surat dari sebuah lembaga agar saya menghentikan semua kegiatan pengembangan riset saya di Indonesia. Haruskah pertanyaan 12 tahun lalu diulang: tak ada tempat buat saya di Indonesia?" Ia menulis di akun Facebook pribadinya. (30/11/2015).

Beberapa lama kemudian akhirnya klinik riset yang dikelola PT. Edwar Technology milik ilmuwan tersebut resmi ditutup. Penutupan tersebut dilakukan dengan alasan karena masih dalam proses review oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Akibat dari penutupan ini Doktor Warsito dengan berat hati terpaksa harus mem-PHK 100 karyawan.

"Akibat keputusan diatas dengan berat hati kami juga mengumumkan kebijakan pemutusan hubungan kerja terhadap kurang lebih 100 karyawan (70%) dan peneliti PT. Edwar Technology mulai Januari 2016." Tutur Warsito seperti dilansir Jawapos, Rabu (27/1/2016).

Setelah kliniknya ditutup, Warsito menyarankan para klien C-Care Riset kanker untuk melanjutkan proses terapi ke fasilitas pelayanan kanker yang ditunjuk oleh Kemenkes dan Kemenristekdikti.

Beberapa lama sepi dari pemberitaan, tiba-tiba kabar menggembirakan datang. Akhirnya Doktor Warsito secara resmi membuka klinik riset Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) di Warsawa, Polandia.

Melalui akun Facebooknya, Doktor Warsito menyatakan "Hari ini pula Klinik ECCT untuk Integrated Medicine, Warsawa secara resmi dibuka." pada hari Senin, (16/05/2016)

Pada saat itu Doktor Warsito juga menuturkan bahwa pasien pengguna ECCT pertama pada 5 tahun lalu bernama Willy Saputra telah sembuh dari kankernya.

"Hari ini tepat 5 tahun Willy Saputra melewati survivalnya dari kanker, sebagai pengguna ECCT pertama untuk kasus otak. Terima kasih kepada rekan-rekan semua atas doa dan dukungannya. Semoga ECCT bisa membantu Willy-Willy yang lain di seluruh dunia." pungkasnya.

0 comments:

Post a Comment