Antartika Meleleh Lebih Dari Perkiraan Ilmuwan, Menyebabkan Munculnya Air Terjun Besar


Ternyata Antartika bukanlah benua es seperti yang disangka oleh para ilmuwan. Sekumpulan ilmuwan baru-baru ini telah menyusun peta yang paling rinci, tentang air yang tidak berbentuk padat di Antartika. Mereka menemukan air di tempat yang sebelumnya dirasa tidak mungkin.
 


"Studi ini menunjukkan bahwa mencairnya es sudah berlangsung lebih lama dari yang kita duga." Kata Robin Bell, seorang ahli geofisika di Lamont-Doherty Earth Observatory.

Secara mengejutkan, peneliti menemukan rangkaian saluran air melintasi pulau-pulai es Antartika. Aliran air akibat dari es yang mencair ini sudah dikenal selama beberapa dekade. Saat ini para ilmuwan mencoba untuk secara sistematis mengungkapkan lebih banyak hal yang belum diketahui dari fenomena yang merupakan siklus alami di Antartika ini.

Dalam beberapa kasus, sistem ini mencapai level yang sulit dipahami. Salah satunya Pulau Es Amery di Antartika Timur, membawa arus yang mengalirkan air hingga 120 km, mengisi kolam-kolam yang ada di permukaan lapisan es yang bisa mencapai lebih dari 80 km. Permukaan kolamnya bisa muncul lebih dari 400 lapangan sepakbola NFL dalam satu hari.

Penemuan tersebut menambahkan informasi penting tentang lelehan Antartika. yang sebelumnya dianggap hanya mengumpulkan air lelehan di tempat es tersebut meleleh. Tapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pencairan ini berimbas positif atau negatif bagi keseimbangan di pulau-pulau es Antartika.

Pecahnya lapisan es tidak mempengaruhi peningkatan permukaan air laut secara langsung dengan catatan, pulau es memang sudah terapung di atas permukaan air.

Namun seorang ahli iklim dari Universitas Massachusetts-Amherst Rob De Conto mencatat bahwa beberapa lapisan es berperan sebagai penopang yang menghambat arus permukaan es di tanah di belakang mereka.

Dengan hilangnya lapisan es ini maka mempercepat aliran es dari darat ke air sehingga permukaan air laut meningkat.

"Hal tersebut ibarat seorang penjaga pintu konser atau bar membukakan pintu yang lama tertutup dan membiarkan antrian orang memasukinya." tambah rekan penulis studi Robin Bell, sorang ahli glasiologi observatorium bumi Lamon-Doherty Universitas Columbia. " lapisan es tersebut semacam penjaga gerbang: bawa mereka pergi, dan akan semakin banyak es masuk ke laut."

Es yang meleleh dapat menyebabkan ancaman terhadap stabilitas pulau es. yaitu dengan cara menambah beban berat dan memperluas kutub internal mereka.

Misalnya pada hari-hari sebelum kehancuran secara mendadak Pulau Es Larsen B, kolam air lelehan menutup permukaannya.

Pada salah satu dari dua penelitian yang baru diterbitkan, Bell dan rekan penulisnya Jonathan Kingslake memperingatkan bahwa drainase dalam skala besar dapat memperbesar ancaman karena memungkinkan air lelehan bergerak lebih efektif terutama jika perubahan iklim terus berlanjut.

"Hal tersebut sangat penting, karena jumlah lelehan air yang terbentuk di suatu tempat bukan hanya disebabkan oleh jumlah air lelehan es, tetapi juga disebabkan oleh air yang bergerak dari sisi melalui jarak yang jauh." tutur Kingslake yang juga merupakan seorang glasiologist di Observatorium Bumi Lamont-Doherty.

0 comments:

Post a Comment