Skandal Panama Papers Menghebohkan Dunia Politik Indonesia


101dunia - Dunia internasional dikagetkan oleh bocornya data tentang daftar klien Mossack Fonseca, sebuah firma hukum asal Panama. Dalam daftar tersebut terdaftar sekitar 800 nama pebisnis dan politikus Indonesia. Selain itu terdapat juga nama-nama perusahaan papan atas Indonesia yang rupanya sedang atau pernah menjadi klien firma hukum tersebut.


Dokumen rahasia tersebut pertama kali didapatkan oleh sebuah koran lokal dari Jerman, dan akhirnya dipublikasikan serentak oleh 100 media di seluruh dunia. 

Mossack Fonseca adalah sebuah firma hukum kecil namun amat berpengaruh di Panama. Firma ini memiliki kantor cabang di Hong Kong, Zurich, Miami, dan 35 kota lain di seluruh dunia.

Sangat mengejutkan, nama-nama para konglomerat, pengusaha nasional dan tokoh Indonesia muncul dalam dokumen tersebut. Beberapa di antara mereka pernah masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di Indonesia versi Forbes Indonesia.

Seperti pemilik Lippo Group, James Riady, serta putranya John Riady. Selain itu nama beberapa orang yang pernah dicari oleh aparat hukum dalam kepentingan penyidikan kasus korupsi pun tercantum dalam daftar tersebut seperti Muhamad Riza Chalid dan Djoko Soegiarto Tjandra. 

Dunia politik tanah air pun turut terkena imbasnya setelah nama Sandiaga Uno yang merupakan bakal calon gubernur DKI Jakarta diketahui berada dalam daftar klien tersebut. Pekan lalu, Sandiaga mengaku memang memiliki beberapa perusahaan offshore di British Virgin Islands. Keberadaan perusahaan offshore itu penting untuk bisnis Saratoga Equities, sebuah perusahaan investasi yang dia dirikan bersama Edwin Soeryadjaya.

Setidaknya ada tiga perusahaan offshore yang terkait dengan Sandiaga: Aldia Enterprises Ltd, Attica Finance Ltd, dan Ocean Blue Global Holdings Ltd. Ketiganya didirikan berurutan sejak 2004 sampai 2006. “Saya memang punya rencana membuka semuanya karena saya sekarang dalam proses mencalonkan diri menjadi pejabat publik,” katanya tenang.

Secara hukum, memiliki perusahaan offshore bukanlah sesuatu yang otomatis ilegal. Yang jelas, Mossack Fonseca menawarkan jasa untuk membuat perusahaan di yuridiksi bebas pajak untuk kliennya. Firma ini juga bisa menyamarkan kepemilikan perusahaan offshore agar tak mudah dilacak.

0 comments:

Post a Comment