Irma Suryani Penderita Polio Berhasil Menjadi Pengusaha Kain Perca Beromset Miliaran Rupiah


101dunia - Sukses dapat diraih siapapun dengan latar belakang apapun. Seorang wanita bernama Irma Suryani menderita penyakit polio sejak umur 4 tahun. Dahulu karena menderita penyakit tersebut ia selalu mendapat penolakan ketika melamar pekerjaan di perusahaan. Namun kini ia telah menjadi seorang pengusaha sukses dengan omset penjualan mencapai miliaran rupiah.
 
Irma Suryani Penderita Polio Memiliki Omset Miliaran Rupiah

Kisah Irma dapat menjadi motivasi bagi siapapun yang berniat menjadi seorang pengusaha, karena itu ia diundang untuk menjadi tamu dalam acara Kick Andy di sebuah televisi swasta. Pada kesempatan itu ia memotivasi ratusan perempuan yang hadir. Ia mengungkapkan bahwa tidak mudah dalam merintis usaha tersebut, perlu kerja keras dan ketekunan.

Irma bercerita bahwa gagasan pembuatan keset menggunakan kain perca tersebut didapatkannya pada tahun 2000 saat masih tinggal di Kabupaten Semarang. Di daerah tempat tinggalnya banyak berdiri pabrik garmen dan ia menyayangkan tentang limbah garmen yang pada saat itu dibuang begitu saja. Ia berpikir bahwa seharusnya limbah garmen berupa kain perca tersebut dapat dimanfaatkan.

"Daripada merusak lingkungan mending saya bawa saja ke rumah. Saat itu saya datang ke pabrik itu dan disuruh bawa sisa kainnya itu sebanyak satu truk. Kemudian saya menyewa truk untuk mengangkutnya," tutur ibu yang memiliki 5 orang anak ini.

Pada awalnya Irma hanya memproduksi beberapa keset dan pembeli pun hanya para tetangganya saja. Namun lama kelamaan semakin banyak orang yang berminat untuk membeli. Akhirnya hanya perlu dua tahun bagi Irma untuk membangun usaha menjadi besar dan mempekerjakan 30 karyawan.

Namun Tuhan memberikan cobaan kepadanya, tiga unit kios yang dibelinya di Pasar Karangjati Kabupaten Semarang habis terbakar. Karena peristiwa itu lah akhirnya Irma memutuskan untuk pindah ke Kebumen.

Dalam kondisi bangkrut dan tidak memiliki harta apapun ia mengajukan proposal bantuan kepada Bupati Kebumen saat itu, Rustriningsih. Saat itu ia mendapat suntikan modal sebesar Rp5 juta. Modal tersebut ia pakai untuk menyewa tempat usaha dengan harga Rp3 juta sedangkan sisanya sebesar Rp2 juta digunakan untuk membeli kain perca.

Berbekal modal Rp5 juta tersebut Irma saat ini telah mempekerjakan puluhan ribu karyawan yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Tidak hanya itu, saat ini produk keset Irma telah sampai di pasar Australia, dengan demikian ia juga merupakan salah satu pahlawan devisa.

Saat ini keset produksinya dijual Irma seharga Rp35 ribu hingga Rp125 ribu.

"Prinsip saya, jika sudah berjalan, tetaplah berjalan jangan menoleh. Karena tidak ada perusahaan yang mau menerima saya, saya buka lapangan kerja sendiri," kata Irma.

Dengan latar belakang tersebut Irma benar-benar membuktikan bahwa sukses tidak mengenal kondisi seseorang. Siapa pun bisa sukses dengan ikhtiar dan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa.

0 comments:

Post a Comment