Beredar Transkrip Rekaman Lengkap 120 Menit Skandal Freeport


101dunia - Terungkap sudah isi seluruh pembicaraan antara Setya Novanto, Riza Chalid, dan Maroef Sjamsoeddin. Transkrip rekaman lengkap berdurasi 120 menit telah beredar di media sosial dan mengungkap penyebutan nama sejumlah pejabat penting negeri ini.
 

Bukan hanya itu, transkrip rekaman 120 menit tersebut juga menyingkap beberapa fakta tentang pemilu presiden lalu serta peristiwa politik lainnya. Maka tidak heran jika publik akhirnya terperangah akan kenyataan ini.

Berikut ini adalah isi pembicaraan lengkap antara Maroef Sjamsoeddin (MS), Setya Novanto (SN), dan Riza Chalid (MR):



























Ada beberapa fakta penting yang terungkap dalam pembicaraan tersebut. Fakta-fakta tersebut membenarkan apa yang selama ini hanya menjadi sebuah opini publik. Memang mencengangkan, tapi ternyata memang begitulah politik di negeri ini. Fakta yang perlu digaris bawahi di antaranya adalah:

1. Pihak pencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla adalah Riza Chalid

Sudirman Said melaporkan Setya Novanto ke MKD atas dasar pelanggaran etik karena telah mencatut nama presiden dan wakil presiden untuk meminta saham kepada Freeport. Namun faktanya, pihak yang terdengar mencatut adalah Riza Chalid. Namun demikian tindakan Setya Novanto yang mendampingi Riza Chalid saat itu tetap harus dipertanyakan.

2. Luhut Panjaitan adalah orang yang dapat mempengaruhi keputusan Presiden

Dalam pembicaraan tersebut juga terungkap bahwa Luhut dan Jokowi memang memiliki kedekatan dan dapat mempengaruhi keputusan Presiden. Setya Novanto mengungkapkan keterlibatan mereka (Luhut, SN, dan Riza) dalam keputusan-keputusan strategis presiden, contohnya adalah kebijakan terkait negara-negara Arab beberapa bulan lalu.

3. Riza Chalid melobi ring 1 Presiden

Presiden Jokowi sangat mempercayai dan menganak emaskan Darmo yang dikenal pintar. Mengetahui hal itu maka Riza Chalid mendekati Darmo. Ia getol "memaintenance" dan "membiayai" Darmo agar "berbelok" ke arah yang sama dengan kepentingannya.

4. Presiden Jokowi mengabaikan permintaan Megawati

Selama ini publik beropini bahwa Budi Gunawan adalah orang Megawati, dan saat ini kenyataan tersebut semakin terungkap. Transkrip rekaman tersebut mengungkapkan bahwa Megawati murka ketika Jokowi memutuskan untuk tidak melantik Budi Gunawan melainkan mengangkat Badrodin Haiti sebagai penggantinya. Namun dengan strategi yang diusulkan Luhut Panjaitan maka Presiden menyerahkan urusan pengangkatan Budi Gunawan kepada Kapolri yang baru. Dengan demikian Budi Gunawan berhasil menjabat sebagai Wakapolri. Dan jika Badrodin Haiti pensiun maka otomatis Budi Gunawan yang akan menggantikannya.

5. Riza Chalid membiayai capres Prabowo Subianto pada pilpres yang lalu

Terungkap bahwa Riza Chalid telah menyumbang dana untuk kampanye calon presiden sebesar Rp500 Milyar. Ketika capres yang didukungnya mengalami kekalahan ia menyesal. Seandainya dulu dana tersebut dibagi dua di antara dua capres maka tentu saat ini hubungannya dengan Presiden Jokowi lebih dekat.

Demikian fakta-fakta yang perlu digaris bawahi. Dan masih banyak berbagai fakta mengejutkan lainnya yang pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah dan para politikus negeri ini.

0 comments:

Post a Comment