Batu Solor, Stonehenge Ternyata Ada Juga Di Indonesia


101dunia - Stonehenge adalah sebuah situs purbakala peninggalan jaman Megalitikum yang terletak di Inggris. Kepopuleran situs ini sudah sangat mendunia dan sudah ditiru oleh negara lain yaitu Carhenge dan Foamhenge di Amerika Serikat. 
 
Batu Solor, Stonehenge Ternyata Ada Juga Di Indonesia
 
Jika Carhenge dan Foamhenge merupakan jajaran batu berundak tiruan buatan manusia modern, maka Batu Solor yang berada di Kawasan Hutan Jati Perhutani Petak 11D RPH Kladi BKPH Prajekan, Bondowoso Jawa Timur ini benar-benar peninggalan manusia purba. 

Batu Solor, Stonehenge Ternyata Ada Juga Di Indonesia

Nama Solor diambil dari nama kampung di daerah ini. Selain terkenal dengan sebutan Batu Solor, situs ini juga disebut dengan nama "Batoh So'on" diambil dari Bahasa Madura yang berarti "Batu Bersusun". Foto di atas memperlihatkan bahwa bentuk Batu Solor sangat mirip dengan Stonehenge yaitu tumpukan batu besar dan tinggi yang tersusun rapi. 

Banyak yang berpendapat bahwa sama dengan Stonehenge, Batu Solor juga merupakan peninggalan manusia purba dari jaman megalitikum. Situs yang terletak di perbukitan Kampung Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso ini terdiri dari tumpukan puluhan batu besar yang menjulang tinggi. 



Batu Solor, Stonehenge Ternyata Ada Juga Di Indonesia


Hal yang sangat disayangkan adalah walaupun banyak yang mengatakan bahwa Batu Solor merupakan peninggalan jaman Megalitikum tetapi belum ada instansi atau lembaga tertentu yang mengadakan penelitian lebih lanjut. Karena itulah hingga kini belum ada yang mengetahui kapan dan bagaimana situs ini terbentuk.

Seperti layaknya setiap daerah di Indonesia, penduduk Kampung Solor dan sekitarnya juga memiliki versi cerita sendiri tentang situs yang berada di daerahnya. Berdasarkan cerita turun temurun, mereka meyakini bahwa situs ini merupakan tempat milik Raja Blambangan yang pertama.

Rute menuju situs ini masih sulit untuk diakses karena harus melewati perkampungan dan perbukitan dengan permukaan jalan yang rusak. Namun demikian saat ini pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai memperhatikan potensi situs ini untuk dijadikan daerah wisata. 

Waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari kawasan kota Bondowoso ke situs ini kurang lebih 2,5 jam. Kendaraan yang dapat dipakai pun sebaiknya merupakan kendaraan off road atau motor trail karena permukaan jalan yang penuh bebatuan dan cukup terjal.

Dari kota Bondowoso Anda akan menempuh jarak sepanjang 40 km menuju Kecamatan Cermee. Dari sini Anda mengambil arah menuju Dukuh Batu Labeng yang merupakan wilayah Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. 

Kabupaten Bondowoso memang dikenal sebagai daerah yang kaya akan peninggalan kehidupan purbakala. Selain di Kecamatan Cermee, benda-benda bersejarah sudah banyak ditemukan di kecamatan-kecamatan lain di antaranya Telogosari, Grujugan, Pujer, Pakisan, dan Wringin.

Dari penelitian terbatas yang dilakukan oleh para arkeolog beberapa tahun lalu ditemukan 15 buah sarkopagus di Kecamatan Grujugan. Selain itu, ditemukan pula 15 dolmen, 65 batu kenong, dan sebuah patung nenek moyang. 

Di Tlogosari ditemukan 5 buah yoni, sebuah relief, 10 buah sarkopagus, 4 buah dolmen, lima belas buah batu kenong, dan sebuah alat rumah tangga. 

Di Pujer juga ditemukan 80 buah dolmen, 12 buah batu kenong, dan lima buah alat rumah tangga. 

Sementara di Wonosari hanya ditemukan 30 buah dolmen dan di Wringin terdapat 67 buah sarkopagus, sebuah menhir, 15 buah batu kenong, 10 buah alat rumah tangga, dan dua gua alam.

Jadi jika Anda ingin berkunjung ke situs Stonehenge namun belum terwujud, maka silahkan berkunjung ke Kampung Solor. Karena ternyata memang negara Indonesia kaya akan keragaman wisata sejarah. 

0 comments:

Post a Comment