Tiga Anggota Baru MKD Bermanuver Menghambat Sidang Setya Novanto


101dunia - Pertarungan para politikus negeri ini semakin kentara terkait kasus "Papa minta saham" yang menjerat Setya Novanto (SN). Seperti diketahui bahwa pada pekan lalu beberapa anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengalami pergantian anggota. Pergantian anggota tersebut diduga terkait dengan proses penanganan skandal Freeport yang melibatkan ketua DPR RI, Setya Novanto.
 
Tiga Anggota Baru MKD Bermanuver Menghambat Sidang Setya Novanto

Pada tanggal 24 November lalu MKD sudah menyatakan bahwa menteri ESDM Sudirman Said (SS) telah memiliki legal standing untuk melaporkan kasus skandal Freeport yang melibatkan Setya Novanto. Namun keputusan yang telah diketok palu oleh ketua MKD tersebut dipermasalahkan oleh tiga orang anggota yang baru saja dilantik yaitu Ridwan Bae, Kahar Muzakir, dan Anies Kadir yang ketiganya berasal dari Fraksi Partai Golkar.

"Yang dipermasalahkan adalah keabsahan pelapor dan materi pelapor. Apa sah sebagai menteri. Yang kedua yang akan kita permasalahkan adalah legalitas dari rekaman itu, apa layak diteruskan padahal melanggar hukum," kata Ridwan kepada wartawan, Senin (30/11/2015).

Mereka juga mempertanyakan tentang bukti rekaman yang berbeda dengan transkrip yang telah diserahkan kepada MKD sebelumnya. Seperti diketahui, transkrip rekaman yang diserahkan Sudirman Said berdurasi 120 menit. Namun bukti rekaman yang diserahkan kepada MKD telah mengalami proses editing sehingga hanya berdurasi 11 menit.

Perlawanan dari Fraksi Partai Golkar juga terlihat saat Ridwan mengusulkan agar DPR membentuk pansus terkait kasus pencatutan presiden dan wakil presiden ini. Ia mengungkapkan bahwa jika pansus Freeport dibentuk maka skandal Freeport dapat dibuka lebih mendalam. Pansus itu juga akan mengungkap lebih jauh tentang siapa saja sebenarnya yang terlibat.

Kahar Muzakir menyambut baik usulan dibentuknya pansus ini, karena menurutnya akan mengusut skandal Freeport dengan detail. "Bagus kalau mau selidiki buka pansus. Kalau Setya Novanto salah, kita hukum," tuturnya.

Sementara itu wakil ketua MKD, Junimart Girsang mengkritik tindakan salah satu anggota baru MKD yang dilakukan di tengah sidang. Ia mengungkap terjadinya aksi gebrak meja pada saat sidang penyusunan jadwal persidangan untuk memproses kasus Setya Novanto.

Junimart Girsang yang berasal dari PDIP tersebut mengungkapkan bahwa selama sidang MKD tidak pernah ada anggota yang menggebrak meja seperti itu, "Selama ini, baru ini kejadian." ungkapnya.

Walaupun demikian Junimart tidak mau mengungkapkan siapa sosok anggota baru yang menggebrak meja tersebut. 

Tindakan yang dilakukan salah satu anggota MKD tersebut sangat memalukan dan tidak sesuai dengan tata tertib sidang yang mengatur bahwa pelaksanaan sidang harus berjalan dengan tertib, lancar, khidmat, dan berwibawa.

0 comments:

Post a Comment