Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi Akibat Kasus Investasi Bodong


101dunia - Sandy Tumiwa ditangkap polisi kemarin hari Kamis tanggal 26 November 2015. Penangkapan tersebut terkait kasus investasi bodong. Sandy ditangkap di Lana Resident Kamar 27, Jalan Palmerah Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Investasi bodong memang semakin marak beberapa tahun ke belakang ini. Seperti tidak pernah kapok dan belajar dari kasus yang menimpa beberapa orang sebelumnya, masyarakat Indonesia selalu tertarik untuk mengikuti investasi semacam ini.

Pada konferensi pers Sandy Tumiwa menjelaskan peristiwa tersebut sambil menangis. Berdasarkan penuturannya, saat penangkapan berlangsung ia langsung teringat akan keluarganya. Terlebih lagi ia baru menikah lagi dengan seorang wanita bernama Diana Limbong.

"Dengan ada masalah ini saya jadi susah. Saya harus tabah. Pasangan kemarin meninggalkan saya, menggugat cerai, tapi selalu ada gantinya. Saya syukuri saya juga baru menikah." kata sandi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya pada hari Kamis (26/11/2015) sore.

Saat ini Sandy mengaku tidak memiliki rumah untuk tinggal, karena sejak bercerai rumah yang dimilikinya diserahkan kepada anak-anaknya bersama Tessa Kaunang.

Ia mengaku sejak perceraian tersebut ia sering berpindah-pindah. Dan saat ini ia tinggal di sebuah rumah kos dan sangat jauh dari kehidupan mewah.

Seperti diketahui bahwa Sandy dilaporkan ke polisi pada 2012 lalu, namun karena selalu pindah alamat maka penangkapannya baru dapat dilakukan kemarin.

Sandy dilaporkan atas dasar penipuan investasi bodong. Saat itu ia mendirikan PT CSM Bintang Indonesia yang menawarkan investasi kepada calon korbannya. 

Sandy merekrut anggota dengan menjanjikan keuntungan sebesar 18 sampai dengan 40% dari jumlah uang yang diinvestasikan. Selain itu anggota yang telah bergabung juga dapat mencari dan merekrut calon anggota lainnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar 10 hingga 15% dari dana yang diinvestasikan.

Sandy menggunakan dana investasi para anggota untuk bermain forex atas nama sendiri. Akhirnya ketika ditagih oleh para anggota, ia tidak dapat mengembalikan dana. 

Jumlah total dana yang digelapkan sebesar Rp7 miliar, dan salah satu korban yang melaporkan Sandy ke polisi adalah Annisa Bahar. Kerugian yang dialami pedangdut terkenal ini lebih dari Rp2 miliar. 

Kini yang tertinggal hanya sebuah penyesalan, Sandy Tumiwa harus menghadapi konsekuensi atas apa yang dilakukannya. Ia terjerat pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman penjara minimal 5 tahun.

0 comments:

Post a Comment