Rastafarianism Dan Kisah Hidup Bob Marley Sang Legenda Reggae


101dunia - Salah satu ikon negara Jamaika adalah penyanyi reggae legendarisnya, Bob Marley. Penyanyi ini sukses menjadi seorang superstar yang mendunia lewat lagu-lagu yang dinyanyikan sekaligus dibawakan olehnya. Hingga saat ini Bob Marley adalah penyanyi reggae paling fenomenal dan belum tergantikan.
 
Rastafarianism Dan Kisah Hidup Bob Marley Sang Legenda Reggae

Kisah hidup Bob Marley ternyata sangat menarik untuk disimak, dia berperan besar dalam menyebarkan musik Jamaika hingga populer di seluruh dunia. Dan berita mengejutkan yang merebak baru-baru ini menyebutkan bahwa ternyata kematiannya pada tahun 1981 adalah palsu.

Baca juga:  Kematian Bob Marley Palsu, Ternyata Ia Menjadi Pengamen Jalanan

Bob Marley dilahirkan di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika pada 6 Februari 1945. Karir musik Bob Marley dimulai setelah ia menikahi Rita Marley pada Februari 1966. Rita adalah orang yang memperkenalkan Bob pada Rastafarianism. 

Rastafarianism adalah sebuah pergerakan agama baru yang menganggap Haile Selassie I, yang pernah menjadi kaisar Ethiopia sebagai raja dari para raja, singa Yehuda, pilihan tuhan, dan kekuatan dari Trinitas. Ajaran Rastafarianism menganggap bahwa Selassie I adalah keturunan langsung dari suku Yehuda Israel dari garis keturunan David dan Solomon. 

Rastafari berkembang di antara penduduk miskin dan beranggapan bahwa masyarakat kaya tidak akan menolong mereka melainkan membuat mereka mengalami lebih banyak penderitaan. Ajaran dalam agama Rastafari sangat berbeda dengan ajaran agama-agama lain pada zaman modern ini. 

Rastafari menekankan konsep sendiri tentang 'sion' dan melakukan penolakan terhadap kehidupan masyarakat modern. Karena menurut mereka kehidupan manusia modern dianggap telah memberontak terhadap penguasa dunia sejati sejak zaman kaisar Nimrod. 

Ajaran ini sulit untuk dikategorikan karena bukan merupakan organisasi yang tersentral. Tidak ada ajaran yang benar-benar diresmikan dan menjadi panduan global bagi seluruh penganutnya. Masing-masing penganut Rastafari mencari kebenaran untuk dirinya sendiri yang menyebabkan munculnya berbagai paham dan keyakinan yang berada di bawah payung yang sama yaitu Rastafari.

Karir musik Bob dimulai ketika pada tahun 1963 ia membentuk The Wailers bersama Peter Tosh dan Bunny Livingston. Kolaborasi band tersebut dengan Lee Scratch Perry berhasil melahirkan beberapa hit unggulan di antaranya Soul Rebel, Duppy Conquerer, 400 Years, dan Small Axe.

Namun sayang kolaborasi tersebut harus berakhir dengan buruk karena Perry menjualnya di Inggris tanpa persetujuan The Wailers. Akhirnya perpecahan tersebut memberikan hikmah tersendiri untuk The Wailers karena Chris Blackwell, pemilik Island Records, memberikan kontrak kepada mereka dan menjadi produser album Catch A Fire dan Burnin.

Bob Marley pindah ke Inggris pada tahun 1976, disana ia semakin produktif dalam menciptakan lagu. Bahkan salah satu albumnya, Exodus, mencetak sukses besar dan berhasil menduduki British Charts selama 56 minggu. Album berikutnya, Kaya, juga tidak kalah sukses dan semakin mengantarkan musik reggae ke Eropa.

Setahun kemudian dokter memvonis Bob Marley terkena penyakit kanker kulit, namun hal ini masih dirahasiakan dari publik. Pada tahun 1978 Bob kembali ke Jamaika dan mengeluarkan album berikutnya, Survival pada tahun 1979. Secara resmi Bob telah menjadi seorang superstar dunia dan sukses menyelenggarakan tur konser keliling Eropa.

Selain mengadakan konser di negara-negara Eropa, Bob Marley pun mengadakan dua kali pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merangkul warga kulit hitam di New York. Tetapi beberapa hari kemudian tepatnya ppada tanggal 21 September 1980, Bob Marley tiba-tiba pingsan saat sedang jogging di Central Park, New York. 

Saat itu baru diketahui bahwa kankernya telah menjalar ke organ tubuh vital lain seperti otak, paru-paru, dan lambung. Setelah dirawat beberapa bulan lamanya, penyanyi ini akhirnya wafat di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 dalam usia 36 tahun. 

0 comments:

Post a Comment