ISIS Mengaku Sebagai Pelaku Serangan Yang Membunuh 129 Orang Di Paris


101dunia - Salah seorang anggota Parlemen Perancis mengatakan bahwa salah satu pelaku bom bunuh diri dalam serangan hari Jumat lalu telah teridentifikasi. Pelaku tersebut bernama Omar Mostefai, yang tinggal di Chartres setidaknya sampai 2012.

Seperti dilansir CNN, Pihak berwenang di Perancis dan Belgia menahan beberapa orang pada hari Sabtu setelah kejadian itu, yang merupakan kekerasan terburuk yang pernah terjadi sejak perang dunia kedua. ISIS mengaku bertanggung jawab atas tragedi terorisme tersebut, dan Perancis bersumpah akan membalas dendam.

Presiden Francois Hollande menganggap tindakan penembakan dan pengeboman tersebut sebagai 'tindakan perang' dan pada Sabtu pagi dia mengatakan "Kami akan memimpin pertempuran ini, dan kami akan menjadi kejam."

Juru bicara kementerian dan kehakiman Belgia, Sieghild Lacoere, mengungkapkan bahwa pihak berwenang Belgia telah melakukan sejumlah penangkapan terkait hal tersebut, karena serangan terorisme ini merupakan hal yang menjadi perhatian utama saat ini.

Lacoere mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan di Brussels, pinggiran Molenbeek-Saint-Jean-. "Sebuah mobil sewaan ditemukan di lokasi teror, dan itulah yang mengawali terjadinya penyergapan ke Brussels." tuturnya.

Penyergapan dilakukan ke tiga rumah yang terletak di Molenbeek-Saint-Jean. Paling tidak salah satu penyergapan memiliki kaitan dengan tragedi teror di Paris. Sedangkan dua penyergapan lainnya berkaitan dengan seorang individu yang telah diketahui oleh pihak intelijen Belgia.

Masih pada hari Sabtu, BFTV memberitakan bahwa ayah dan saudara dari salah satu pelaku serangan telah ditangkap.

Seorang jaksa di Paris, Francois Molins, mengungkapkan bahwa seorang pria penyewa kendaraan VW Polo yang digunakan oleh para pelaku serangan teror telah ditangkap di perbatasan Belgium. Ia ditangkap bersama dua orang rekannya saat mengendarai sebuah kendaraan.

Salah satu pelaku teror yang meninggal di lokasi konser Paris telah diidentifikasi sebagai pria berkebangsaan Perancis berumur 30 tahun yang berasal dari pinggiran selatan kota Courcouronnes. Orang tersebut memiliki catatan kejahatan namun belum pernah mendapat tuduhan sebagai teroris. 

Dalam serangan pada Jumat malam lalu para pelaku telah menargetkan 6 titik lokasi, dan pembantaian paling mematikan terjadi di lokasi konser yang telah menewaskan 80 orang. 



Secara keseluruhan, tragedi penyerangan tersebut telah menyebabkan 129 orang tewas dan 352 orang terluka. Tujuh orang teroris yang tewas masing-masing dilengkapi senjata AK-47 yang mematikan. Dari 129 korban jiwa, terdapat satu orang warga Amerika Serikat bernama Nohemi Gonzalez, 23 tahun, yang merupakan warga El Monte, California. 

Beberapa warga negara lain juga turut menjadi korban jiwa dalam tragedi penyerangan ini yaitu 2 orang warga negara Chili, 2 orang warga negara Belgia, 2 orang warga negara Mexico, 2 orang dari Spanyol, satu orang dari Portugal, dan satu orang dari United Kingdom. Sedangkan beberapa korban berkebangsaan lain belum dapat diidentifikasi.

Pengakuan ISIS

Melalui pernyataan yang dikemukakan secara online, ISIS menyebutkan bahwa delapan orang dari pelaku serangan tersebut mengenakan sabuk peledak dan dipersenjatai senapan mesin. Mereka telah melakukan penyerangan tepat di lokasi yang telah dipilih sebelumnya yaitu di ibukota Perancis.

Ancaman ISIS sudah sangat terkenal, mereka mengecam serangan udara atas Suriah yang dilakukan oleh koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Dan Perancis adalah salah satu negara yang merupakan anggota koalisi tersebut.

Pihak berwenang telah menemukan sebuah paspor Suriah pada tubuh salah satu pelaku penyerangan yang ditemukan di salah satu lokasi target, Stade De France. Namun salah satu sumber CNN mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa paspor tersebut palsu.

Presiden Hollande menyalahkan ISIS atas tragedi tersebut, "Ketika para teroris mampu melakukan tindakan seperti itu, mereka harus tahu bahwa mereka akan menghadapi Perancis." Katanya.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan kepada CNN bahwa pemerintah Amerika tidak memiliki alasan untuk meragukan tuduhan Hollande tersebut.

0 comments:

Post a Comment