Insiden Turki Tembak Jet Rusia, NATO Mengadakan Rapat Luar Biasa


101dunia - Para duta besar negara-negara yang tergabung dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO) telah mengadakan pertemuan luar biasa atas permintaan Turki untuk membahas tentang insiden penembakan jet tempur Rusia di perbatasan Turki - Suriah.
 
Insiden Turki Tembak Jet Rusia, NATO Mengadakan Rapat Luar Biasa

Rapat tersebut bertujuan agar Turki dapat memberikan informasi kepada sekutu tentang insiden penembakan jet tempur Rusia. "NATO sangat memantau situasi tersebut. Kami sudah menghubungi pemerintah Turki." tutur seorang pejabat NATO kepada AFP.

Sebelumnya Turki menyatakan bahwa dua jet F-16 miliknya telah menembak jatuh pesawat tempur Rusia karena melanggar wilayah udara Turki. Sebelumnya pilot jet tempur Rusia telah diingatkan sebanyak 10 kali sampai akhirnya ditembak jatuh.

Namun Rusia membantah hal tersebut dan bersikeras bahwa pesawatnya masih berada di daerah udara Suriah saat penembakan terjadi.

Seperti diketahui, NATO memiliki anggota sebanyak 28 negara dan akan bereaksi ketika ada ancaman militer terhadap salah satu anggotanya.

Hal tersebut tercantum di dalam pasal 5 kesepakatan NATO. Pasal ini pernah diminta oleh Amerika Serikat setelah serangan pada 11 September 2001 di New York dan Washington. 

Sedangkan dalam pasal 4 kesepakatan NATO tercantum bahwa sebuah negara anggota NATO harus dibantu jika integritas teritorial, kemerdekaan politik, atau keamanannya sedang berada dalam ancaman.

Turki yang merupakan negara dengan kekuatan militer kedua di antara negara-negara anggota NATO pernah beberapa kali memohon pasal 4 ketika situasi Suriah telah merambat hingga mendekati perbatasan. 

Menjawab permintaan tersebut NATO menempatkan rudal Patriot yang bisa menembak jatuh pesawat tempur di selatan Turki. Namun menjelang akhir tahun ini rudal tersebut telah ditarik kembali. 

0 comments:

Post a Comment