Heboh Transkrip Rekaman Pembicaraan Diduga Antara Setya Novanto, Pengusaha Minyak Inisial R, Dan Freeport


101dunia - Pada hari Senin (16/11/2015) siang, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melaporkan seorang oknum DPR yang diduga mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait dengan upaya Freeport untuk memperpanjang kontraknya.

Seperti dilansir Merdeka, Sudirman Said menyerahkan bukti yang dimilikinya terkait pembicaraan tersebut ke MKD. Bukti tersebut berupa transkrip rekaman pembicaraan yang sengaja direkam oleh Direktur Utama Freeport, Maroef Sjamsuddin (MS).

Sudirman Said langsung menemui MKD di Kompleks Parlemen, Senayan. Dia disambut unsur pimpinan MKD seperti Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Wakil Ketua MKD Junimart Girsang (PDI-P), dan Wakil Ketua MKD Hardi Soesilo (Golkar). Adapun Sudirman ditemani Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Mochammad Teguh Pamuji dan Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM Hufron.

Pertemuan tertutup itu berlangsung lebih dari satu jam di ruang pimpinan MKD, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen. Sudirman datang sekitar pukul 09.00 dan baru keluar dari ruang pertemuan pukul 10.20.

Dalam pertemuan itu, Sudirman menyampaikan bahwa seorang anggota DPR bersama dengan seorang pengusaha telah beberapa kali memanggil dan melakukan pertemuan dengan pimpinan PT Freeport Indonesia (PTFI). Sudirman menyampaikan secara lengkap nama pihak-pihak yang terlibat dalam kesepakatan tersebut, baik anggota DPR maupun pengusaha terkait.

Keterangan tersebut didapatkan Sudirman dari direktur utama Freeport. Sejak ia menjabat Menteri ESDM, Sudirman meminta kepadanya untuk melaporkan setiap interaksi dengan pemangku kepentingan utama. Tujuannya untuk menjaga agar keputusan pemerintah bisa dilakukan secara transparan, mengutamakan kepentingan nasional, dan bebas dari campur tangan pihak yang mau mengambil keuntungan pribadi.

"Menurut saya, seorang anggota DPR yang menjanjikan suatu cara penyelesaian kepada pihak yang sedang bernegosiasi dengan negara, seraya meminta saham perusahaan dan saham proyek pembangkit listrik, adalah tindakan yang tidak patut dilakukan," ucap Sudirman.

Wakil ketua MKD Junimart Girsang mengungkapkan bahwa instansinya telah menerima laporan dari Sudirman Said tersebut. Saat ini MKD sedang menunggu hasil verifikasi dari tenaga ahli yang memeriksa kasus tersebut. 

Junimart Girsang juga menekankan kepada Sudirman Said agar menyerahkan rekaman yang dimaksud, karena hingga saat ini Menteri ESDM tersebut baru menyerahkan transkripnya saja. "Tadi pagi waktu saya tanya, dia bilang segera mungkin akan menyerahkan rekamannya." Kata Junimart kepada wartawan.

Dalam transkrip rekaman berjumlah 3 lembar tersebut terungkap ada 3 orang yang terlibat dalam percakapan tersebut yang diduga sebagai Maroef Sjamsuddin, Setya Novanto (SN), dan seorang pengusaha minyak terkenal berinisial R. Pengusaha minyak tersebut sebelumnya dikenal sebagai mafia migas di Indonesia.

Transkrip rekaman percakapan antara SN, R, dan MS mengungkapkan bahwa SN diduga mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta jatah saham proyek pembangunan pembangkit listrik di Papua. Selain itu juga SN diduga meminta jatah saham Freeport sebesar 20% yang menurutnya akan diberikan kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla masing-masing sebesar 11% dan 9%.

Sudirman Said mengungkapkan bahwa pertemuan itu dilakukan di sebuah hotel yang terletak di kawasan Pacific Place pada tanggal 8 Juni 2015 lalu pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB. Sebelum pertemuan tersebut telah dilakukan 2 pertemuan lain di antara SN dengan Freeport.

Berikut adalah transkrip rekaman percakapan tersebut:




SN yang dicecar pertanyaan oleh wartawan ketika menemui Jusuf Kalla membantah telah mencatut nama presiden, "Yang jelas saya selaku pimpinan DPR tidak pernah untuk bawa-bawa nama presiden atau mencatut nama presiden,"
  

0 comments:

Post a Comment