Bambang Soesatyo: Pencatut Presiden Segeralah Meminta Maaf


101dunia - Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo angkat bicara soal pencatutan nama presiden dan wakil presiden yang dilakukan oleh orang yang diduga sebagai ketua DPR RI Setya Novanto.
 
Bambang Soesatyo: Pencatut Presiden Segeralah Meminta Maaf

"Kepada yang dimaksud namanya dalam laporan tersebut, siapapun itu, segera lah meminta maaf kepada rakyat." ujar Bambang seperti dilansir Kompas.

"Khususnya kepada Jokowi dan JK yang seolah-olah dikesankan meminta bagian saham dari perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia." lanjutnya.

Bambang juga mensupport Mahkamah Kehormatan Dewan agar tak perlu ragu untuk menindaklanjuti laporan yang sudah disampaikan oleh Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya.

"Fraksi Partai Golkar mendukung sejauh itu untuk kebaikan DPR sebagai institusi yang perlu dijaga marwah dan kehormatannya." tutup Bambang.

Seperti diketahui bahwa dalam laporannya ke pihak MKD, Menteri ESDM Sudirman Said menyebutkan bahwa Setya Novanto didampingi seorang pengusaha minyak berinisial R telah beberapa kali menemui direktur utama Freeport.

Dalam pertemuan ketiga, Setya Novanto meminta jatah saham Freeport kepada direktur utama Freeport agar dapat memuluskan proses perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia.

Jumlah saham yang diminta bernilai fantastis yaitu sebesar 20% dimana dalam transkrip tersebut Setya Novanto menuturkan bahwa 11% akan diberikan kepada Presiden Jokowi dan 9% kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selain itu PT Freeport Indonesia juga diminta untuk memberikan saham sebesar 49% dari proyek pembangkit listrik tenaga air yang akan dibangun di Papua.

0 comments:

Post a Comment