Telah Hadir Narkoba Digital I-Doser


101dunia - Teknologi digital selalu mengalami perkembangan setiap hari. Berbagai inovasi terus dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan peradaban yang lebih maju. Namun apa yang terjadi jika teknologi digital digunakan untuk memenuhi keinginan seseorang dalam mendapatkan kesenangan semu?

Narkoba Digital I-Doser
Simulasi Penggunaan Narkoba Digital
Layanan I-Doser telah menghadirkan sebuah teknologi digital yang mengunakan gelombang otak. Cara kerja teknologi ini adalah memperdengarkan dua jenis gelombang suara secara simultan hingga menhasilkan respon otak yang diinginkan. Menurut testimonial penggunanya di Youtube, mendengarkan suara binaural beats ini dapat menyebabkan efek yang sama seperti menghisap mariyuana (ganja).

Binaural beats merupakan dua frekuensi suara berbeda yang diperdengarkan di telinga kanan dan telinga kiri. Telinga kanan distimulasi dengan frekuensi 500hz dan telinga kiri 510hz. Ketika mendengarkan kedua jenis suara yang berbeda tersebut otak akan merespon dengan menghasilkan suara ketiga yang disebut binaural beat.

Dalam laman resminya, I-Doser diklaim sebagai Binaural Brainwave Doses yang terkemuka dan telah terbukti secara ilmiah menggunakan metode yang aman dalam sinkronisasi gelombang otak manusia. Mereka juga menyatakan bahwa proses penciptaan binaural telah disempurnakan dengan penelitian dan pengembangan yang dilakukan selama bertahun-tahun. Hal tersebut menurut mereka telah menghasilkan standar produk yang tidak tertandingi. 

Developer aplikasi ini menyatakan bahwa konten dapat dibeli secara terpisah dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan keinginan pengguna. Masing-masing konten dibuat untuk mensimulasikan keadaan mental tertentu melalui penggunaan binaural beats dan beberapa diantaranya serupa dengan efek narkoba yang dilarang. 

Saat ini I-Doser telah didownload oleh lebih dari satu juta orang dan ribuan orang telah menyatakan bahwa mereka merasa puas atas layanan ini. Aplikasi I-Doser dapat digunakan di berbagai perangkat digital seperti smartphone, tablet, PC, laptop, dan lain sebagainya.

Kepala Humas BNN (Badan Narkotika Nasional), Slamet Pribadi, menyatakan bahwa dia belum menerima laporan terkait penggunaan teknologi ini di Indonesia. Dia menambahkan bahwa jika aplikasi ini memang mengakibatkan efek yang sama dengan penggunaan narkoba maka hukum atas penggunaannya harus dibuat.

Mungkin memang benar bahwa efek penggunaan I-Doser tidak diakibatkan karena asupan zat-zat tertentu, tetapi yang harus dipertimbangkan adalah efek rasa kecanduan yang mungkin dapat ditimbulkannya. Oleh karena itu sebaiknya Anda mewaspadai penggunaan aplikasi ini, jangan sampai orang-orang terdekat Anda menjadi korban.

0 comments:

Post a Comment