Sejarah Kopi Di Indonesia

101dunia - Siapa yang tidak mengenal kopi? Ya, kopi adalah salah satu minuman yang digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan di dunia. Karena nikmatnya meminum kopi, saat ini para penggemar minuman ini bahkan membentuk komunitas khusus. Tujuan dibentuknya komunitas tersebut adalah untuk dapat saling berbagi segala informasi tentang kopi sekaligus untuk menjalin silaturahmi antar anggotanya.

Sejarah Kopi Di Indonesia

Kopi diolah dari biji yang diperoleh dari pohon kopi. Saat ini kopi telah menjadi komoditas yang dibudidayakan di sekitar 50 negara, termasuk Indonesia. Untuk dapat diminum, biji kopi yang telah matang dipanen terlebih dahulu. Setelah dilakukan pengeringan, selanjutnya biji kopi disangrai (digoreng kering tanpa menggunakan minyak). Biji kopi yang telah disangrai kemudian digiling dan dihaluskan sampai akhirnya bisa diseduh dan diminum.

Di Indonesia, kopi berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan. Hal itu karena di Arab sendiri kopi dikonsumsi sebagai penambah stamina. Lambat laun qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki. Selanjutnya kahveh pun mengalami perubahan menjadi koffie dari bahasa Belanda. Dan saat ini bahasa Indonesia menyebutnya sebagai kopi.

Menurut sejarah, kopi pertama kali ditemukan sekitar 3000 tahun lalu di Etiopia. Konon pada saat itu seorang penggembala bernama Khalid, mengamati domba peliharaannya sering terjaga hingga larut malam setelah mengkonsumsi semacam biji-bijian. Melihat bahwa biji-bijian itu aman dikonsumsi oleh hewan peliharaannya, Khalid lalu memasak dan memakannya. Kebiasaan baru ini semakin berkembang ke seluruh Etiopia, bahkan masyarakat Etiopia sering mengkonsumsi biji kopi dicampur dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh.

Beberapa ratus tahun kemudian setelah kopi semakin populer di tanah Afrika, akhirnya biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab. Pada saat itu bangsa Arab memiliki peradaban yang lebih maju dibandingkan bangsa Afrika. Oleh karena itu mereka bukan hanya memasak biji kopi tapi juga mengekstraknya untuk dijadikan minuman. Kopi semakin populer di Arab karena penduduk Arab mengkonsumsinya sebagai penambah energi untuk beribadah pada malam hari. Seiring dengan penyebaran agama Islam yang berkembang pesat, kepopuleran kopi pun semakin meningkat hingga mencapai Mediterania dan India.

Biji kopi memasuki tanah Eropa pertama kali pada tahun 1615 oleh seorang saudagar Venesia. Saudagar tersebut mendapatkan biji kopi dari pedagang Turki namun hanya dalam jumlah yang sangat sedikit. Oleh karena itu bangsa Eropa mulai berusaha membudidayakannya. Budidaya kopi di Eropa pertama kali dilakukan oleh bangsa Belanda pada tahun 1616. Kemudian pada tahun 1690 biji kopi dibawa ke Pulau Jawa untuk dilakukan budidaya secara besar-besaran karena pada saat itu Indonesia merupakan tanah jajahan Belanda.

Begitulah sejarah kopi di Indonesia, yang sekarang merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia.

0 comments:

Post a Comment