Manfaat Darah Ular Kobra Bagi Penderita Sirosis


101dunia - Sirosis adalah salah satu penyakit yang menjadi pembunuh terbesar umat manusia. Penyakit ini merupakan tahap akhir dari fibrosis hati. Sirosis berkembang dengan sangat perlahan dan lambat laun akan mengakibatkan kerusakan jaringan hati. Perkembangan kerusakan jaringan hati tidak akan terlalu dirasakan oleh penderita. Jika tidak pernah melakukan medical check up maka penderita tidak akan mengetahui adanya penyakit ini hingga akhirnya sampai pada tahap yang paling parah.

Hati merupakan organ terpadat yang ada didalam tubuh manusia. Jaringan hati yang rusak akan menghambat kerja hati, padahal hati adalah salah satu organ tubuh paling penting yang berfungsi untuk memproses nutrisi, hormon, obat, dan racun. Selain itu hati juga berperan dalam memproduksi protein dan unsur lain yang bermanfaat untuk tubuh.

Hati adalah organ tubuh yang sangat tangguh, walaupun telah mengalami kerusakan yang terus berkembang tetapi hati akan terus bekerja dan berusaha memperbaiki dirinya sendiri sampai akhirnya kerusakan tersebut sampai ke tahap yang paling parah dan hati menjadi tidak dapat berfungsi.

Gejala Penyakit Sirosis

Pada awalnya gejala penyakit hati tidak akan terlalu terasa dan dianggap sebagai keluhan tubuh biasa. Ketika kerusakan hati sudah sampai ke tahap yang paling parah dan kerja hati mengalami penurunan yang sangat signifikan, maka akan muncul gejala-gejala seperti:

1. Selera makan hilang
2. Mudah merasa lelah
3. Mudah memar
4. Perubahan berat badan secara tiba-tiba
5. Kulit, kuku, mata berwarna kuning
6. Kulit gatal
7. Mual dan muntah
8. Muntah darah
9. Perut membesar
10. Nyeri perut
11. Gangguan pencernaan
12. Feses berwarna hitam
13. Anemia
14. Pendarahan gusi
15. Menstruasi berlebihan
16. Sering hilang kesadaran

Penyakit sirosis dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B, hepatitis C, konsumsi minuman keras berlebihan, atau terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan kimia.

Cara untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit sirosis dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah pemeriksaan fisik, tes darah, CT scan, MRI, ultrasound, dan biopsi.

Pengobatan Penyakit Sirosis

Banyak para ahli yang memberikan pendapat bahwa penyakit sirosis tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk memperlambat kerusakan hati dan menangani gejala dan komplikasi yang timbul karena penyakit ini.

Para dokter hanya akan memberikan obat sejenis anti-virus untuk membunuh virus penyebab kerusakan hati tersebut sedangkan hati yang telah mengalami kerusakan tidak dapat pulih seperti sedia kala. Jalan satu-satunya ketika fungsi hati berhenti adalah dengan melakukan transplantasi hati.

Namun jangan khawatir, selama hati masih berfungsi maka penderita sirosis masih memiliki peluang untuk bertahan. Terdapat beberapa kasus dimana seorang penderita sirosis dinyatakan sembuh setelah berulang kali keluar masuk rumah sakit dan mencoba berbagai macam pengobatan alternatif.

Khasiat Darah Ular Kobra Untuk Penderita Sirosis




Salah satu penderita sirosis yang dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari mengaku mendapat kesembuhan dengan jalan mengkonsumsi darah ular kobra. Setelah sebelumnya sering keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena mengalami pembesaran perut akibat sirosis, muntah darah akibat varises pada pembuluh darah, dia mencoba berbagai pengobatan alternatif dan akhirnya dikenalkan pada darah ular kobra.

Empedu dan darah ular kobra dari dulu dikenal berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit termasuk liver dan sirosis. Setelah berjuang memerangi penyakitnya sejak akhir tahun 2009, akhirnya pada pertengahan tahun 2014 seorang penderita sirosis dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Walaupun stamina tubuh tidak bisa seperti sediakala, namun ia tidak harus keluar masuk rumah sakit untuk dirawat.

Mencegah Penyakit Sirosis

Mencegah lebih baik daripada mengobati, inilah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit sirosis:

1. Hindari konsumsi alkohol secara berlebihan
2. Hindari hubungan seks dengan penderita hepatitis B atau C
3. Hindari berbagi jarum suntik
4. Hindari berbagi penggunaan handuk sembarangan


0 comments:

Post a Comment