Inilah Hal-hal Yang Menjadi Penghalang Rejeki


101dunia - Manusia diciptakan ke dunia sudah dilengkapi dengan rejekinya masing-masing. Banyak orang mengatakan bahwa rejeki harus dicari, padahal sebenarnya tidak. Rejeki tersebut sudah disediakan oleh Allah SWT, tugas kita sebagai umat-Nya hanyalah berupaya untuk menjemput rejeki tersebut. Namun untuk menjemput rejeki dari Allah SWT kita harus menghindari hal-hal yang menjadi penghalang rejeki, agar kita mendapat rejeki yang halal dan diridhoi-Nya.


Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menjadi penghalang rejeki:

1. Malas mengeluarkan infaq dan sedekah

Sifat kikir dalam mengeluarkan infaq dan sedekah adalah salah satu penghalang datangnya rejeki yang diberkahi. Berkah Allah atas harta yang kita miliki dapat terlihat dari kebahagiaan kita atas kepemilikan harta tersebut. Ketika Allah tidak memberkahi harta yang dimiliki seseorang, maka sebesar apapun jumlah kekayaannya tetap saja orang tersebut selalu merasa hidup dalam kekurangan.

Ketika kita memberikan sedekah kepada mereka yang berhak, maka sekecil apapun sedekah tersebut maka Allah akan menggantinya. Satu sedekah akan dibalas Allah sebanyak 7 kali bahkan hingga 700 kali tergantung kadar keikhlasannya.

Allah SWT berfirman yang artinya, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunianya) lagi Maha Mengetahui." QS. Al Baqarah ayat 261. 

Maka dari itu umat muslim harus senantiasa semangat dan ikhlas dalam bersedekah.

2. Berikhtiar dengan jalan yang tidak bersih

Umat manusia wajib berikhtiar untuk menjemput rejekinya masing-masing. Banyak jalan yang dapat ditempuh dalam melakukan ikhtiar. Untuk mendapatkan rejeki yang diberkahi, pastikan jalan yang ditempuh bukan jalan yang tidak bersih atau dilarang agama. Pencarian rejeki dengan jalan yang bersih akan menghasilkan rejeki yang halal dan penuh berkah. 

3. Perbuatan dosa dan maksiat

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Ahmad, "Sesungguhnya seseorang dijauhkan dari rejeki disebabkan atas perbuatan dosanya." Mendengar hadits tersebut maka tentu kita harus menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan dan tidak pernah melakukannya lagi.

4. Sibuk dengan dunia dan melupakan akhirat

Sibuk dengan hal-hal yang bersifat duniawi tentu dibolehkan oleh agama. Karena memiliki bekal hidup di dunia dapat menunjang untuk kehidupan di akhirat kelak. Sebagai contoh, dengan mendapat kesuksesan di dunia maka kita bisa lebih banyak membantu fakir miskin, menghidupi anak yatim, membangun tempat ibadah, beribadah haji dan menghajikan orang yang tidak mampu, serta berbagai amal sholeh lainnya. Namun jangan sampai kesibukan itu membuat kita melalaikan perintahnya.

5. Memutus tali silaturahmi

Silaturahmi adalah salah satu pintu pembuka rejeki. Allah SWT memberikan rejekinya melalui perantara manusia. Dengan menjaga tali silaturahmi maka kita bisa mendapat rejeki yang tidak disangka-sangka. Apabila kita memutus tali silaturahmi maka terputus pula pintu rejeki.

6. Hilangnya rasa tawakal dalam diri

Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan memberinya rejeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."  (QS. At Thalaaq ayat 3).

Rasa tawakal atau berserah diri kepada Allah SWT sangat penting bagi umat Islam. Berikhtiar dengan diiringi rasa tawakal artinya kita selalu mempercayakan rejeki kita kepada Allah SWT. Bagaimana pun proses yang sedang kita jalani, tawakal kepada Allah SWT akan semakin mendekatkan hasilnya. 

Tawakal kepada Allah seringkali menyebabkan kita mengalami kejadian diluar dugaan dalam proses menjemput rejeki. Baik atau buruk prosesnya, kita senantiasa harus mengembalikan urusan itu kepada Allah SWT dan mengambil hikmahnya. Apapun yang terjadi pasti ada kebaikan dan pelajaran yang bisa diambil. Berbaik sangka lah kepada-Nya dan jangan menyerah untuk selalu berikhtiar dengan jalan yang halal.

0 comments:

Post a Comment