Cara Sukses Memulai Bisnis Rumahan


101dunia - Bisnis rumahan semakin hari semakin populer di kalangan masyarakat. Nampaknya hal ini merupakan akibat dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya berwirausaha. 

Cara Memulai Bisnis Rumahan

Tidak jarang juga yang pada awalnya merasa terpaksa memulai bisnis rumahan karena sulit mendapatkan pekerjaan, tetapi pada akhirnya mendapatkan kesuksesan dalam bisnis yang dijalankan. 

Menjadi wirausaha yang bekerja di rumah memang sangat menggiurkan, karena memiliki bisnis rumahan berarti akan membuat seseorang terbebas dari kemacetan lalu lintas di pagi dan sore hari, potensi penghasilan yang tidak terbatas, dan bebas menentukan kebijakan tanpa harus menerima perintah atau meminta persetujuan atasan.   

Sebelum memulai bisnis rumahan, Anda harus melakukan beberapa hal berikut yang akan sangat menentukan bisnis Anda di masa depan. Cara memulai bisnis rumahan ini adalah pondasi utama untuk membangun kerajaan bisnis Anda selama beberapa tahun yang akan datang.

1. Meminta Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga adalah hal yang sangat penting untuk kelangsungan bisnis Anda. Jika Anda seorang suami atau istri, pihak pertama yang harus diminta untuk mendukung adalah istri atau suami Anda. Tanyakan terlebih dahulu apa pendapat mereka jika Anda hendak memulai bisnis rumahan. Ceritakan konsep Anda, rencana-rencana Anda, resiko dan keuntungan yang mungkin terjadi dalam perjalanan bisnis Anda.

Pihak selanjutnya adalah orangtua. Tanyakan pendapat mereka tentang rencana Anda, mintalah persetujuan kepada mereka. Jika mereka langsung memberikan persetujuan dan mendukung Anda, maka hal itu adalah yang paling diharapkan. Namun jika mereka melarang Anda karena rasa kekhawatiran, maka cobalah berikan pengertian. Ceritakan resikonya namun jelaskan antisipasi Anda terhadap resiko tersebut. Jelaskan juga keuntungan Anda jika menjalankan bisnis tersebut. Tunjukkan bahwa Anda memang sangat serius dengan niat Anda untuk membangun bisnis rumahan tersebut.

2. Tetapkan Target Bisnis Anda

Target merupakan hal penting untuk ditetapkan sejak Anda berencana memulai bisnis. Dengan memiliki target pribadi maka Anda akan terpacu untuk selalu melakukan inovasi bisnis rumahan Anda. Dengan melakukan inovasi yang berkesinambungan maka perjalanan bisnis Anda akan selalu berkembang dan mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.

Tetapkan target kapan Anda akan mencetak jumlah penjualan tertentu, dan jangan lupa untuk selalu meningkatkan target tersebut. Sisihkan keuntungan bisnis Anda untuk dijadikan sebagai modal pengembangan kedepan. 

3. Perhitungkan Modal

Seperti bisnis-bisnis yang lain, bisnis rumahan juga memerlukan modal di awal. Namun keuntungan bisnis ini adalah Anda tidak perlu mengeluarkan modal yang besar untuk mendirikan atau menyewa bangunan. Cukup menggunakan salah satu ruangan rumah Anda dan buatlah senyaman mungkin.

Jangan menghabiskan semua modal untuk membeli barang-barang persediaan yang akan dijual atau membeli alat-alat produksi. Sisakan sebagian modal untuk dijadikan sebagai cadangan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan alat produksi dan lain-lain. 

Modal bisnis rumahan dapat diperoleh dari perbankan, koperasi, atau lembaga keuangan lainnya. Namun jangan terburu-buru ingin membesarkan usaha Anda dengan mencari pinjaman kesana kemari. Jalani dulu dengan modal yang ada, jika sudah berjalan satu atau dua tahun dan menunjukkan hasil yang signifikan baru lah Anda bisa mencari permodalan ke pihak lain. Itu pun dengan asumsi bahwa modal yang Anda miliki saat itu tidak cukup untuk memenuhi permintaan konsumen.

4. Pilih Bisnis Rumahan Yang Tepat

Jangan memilih bisnis yang sifatnya hanya sementara, apalagi sejenis monkey business. Menjalankan bisnis semacam itu beresiko tinggi, karena minat masyarakat terhadap barang yang dijual hanya bersifat sementara dan cepat atau lambat akan memudar sehingga walaupun berhasil tetapi akan ada saatnya Anda harus memulai mencari bisnis yang lain.

Pilihlah bisnis rumahan yang pada umumnya bertahan dari waktu ke waktu, misalnya bisnis rumah makan, pembuatan kerudung, pembuatan bakso, dan lain sebagainya. 

Bisnis rumahan yang tepat adalah yang sesuai dengan minat Anda. Jika Anda seorang pencinta jajanan bakso, jangan memilih bisnis siomay. Begitu pun sebaliknya.

5. Lakukan Dengan Passion 

Modal paling penting dalam mengerjakan segala sesuatu, termasuk bisnis rumahan, adalah passion. Tanpa adanya passion atau gairah, Anda tidak akan bersemangat dalam menjalankan bisnis. Dengan adanya gairah yang tinggi maka totalitas Anda akan muncul. Totalitas terhadap bisnis Anda akan mempercepat jalan Anda ke arah tujuan yang ingin dicapai.

Passion sangat berkaitan dengan purpose atau tujuan. Dengan passion yang tinggi, maka target bisnis Anda akan semakin mudah dicapai. Setiap kali kesulitan dan hambatan menghadang, Anda akan selalu dapat menemukan solusi terbaik tanpa harus merasakan stres atau keputus asaan.

6. Lakukan Segera

Ketika lima hal diatas sudah Anda lakukan, tinggal satu hal lagi yang perlu dilakukan yaitu do it right away atau lakukan segera. Banyak orang yang selalu merasa ingin memulai bisnis rumahan tetapi merasa ragu. Setiap kali muncul suatu peluang, mereka selalu merasa perlu untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Alih-alih segera memulai, mereka malah berusaha mencari kelemahannya dulu karena tidak ingin mengalami kerugian.

Siapapun memang tidak ingin mengalami kerugian, tetapi yang paling merugi justru adalah orang-orang yang selalu menunda-nunda dan akhirnya tidak pernah memulai. Sampai ada suatu ungkapan yang menyatakan, "bisnis yang bagus adalah bisnis yang dimulai, bukan yang ditanyakan terus." kira-kira seperti itu.

Jadi jika Anda memang ingin menjadi seorang pengusaha, memiliki bisnis rumahan yang berpotensi menjadi bisnis yang betul-betul besar, maka segera lah hilangkan keraguan Anda, pilih bisnis yang memiliki resiko terukur, lalu lakukan segera.

Demikianlah cara sukses memulai bisnis rumahan, buatlah pondasi awal bisnis Anda dengan melakukan hal-hal diatas. Dengan begitu maka kesuksesan bisnis Anda sudah didepan mata.

0 comments:

Post a Comment