Hati-hati, Inilah 5 Orang Yang Ditangkap Karena Kebodohannya Di Facebook


101dunia - Beberapa waktu lalu netizen Indonesia digemparkan oleh adanya orang yang memposting 3 kucing hutan mati yang disinyalir hasil buruan di hutan. Selain itu ada juga seorang pemuda yang memposting foto dirinya sedang memegang kera mati hasil buruannya dan foto lain yang memperlihatkan dia sedang menyantap kera yang telah dimasak.

Postingan tersebut membuat mereka dikecam netizen dari seluruh negeri. Selain itu mereka harus membayar mahal akibat "kebodohan" yang dilakukannya, hukum penjara tengah menanti, karena membunuh satwa yang dilindungi merupakan kejahatan dan sudah diatur dalam undang-undang.

Ternyata selain kedua orang tersebut, diluar sana juga terjadi peristiwa "bodoh" yang hampir serupa. Karena kebodohan mereka di Facebook, orang-orang ini akhirnya harus mendekam di penjara. Berikut seperti dilansir therichest:

1. Yasin Shearin, mengancam polisi



Yasin Shearen adalah seorang remaja yang tinggal di daerah Staten Island, pada Desember 2014 memposting sebuah status yang mengatakan bahwa dia akan membunuh seorang polisi. Posting tersebut dilengkapi gambar kartun seorang pria yang menodongkan pistolnya ke arah seorang polisi. Beberapa lama kemudian Yasin ditangkap oleh aparat. 

Bagaimanapun seorang ibu tidak akan tinggal diam melihat anaknya dipenjara. Dia memilih untuk mengangkat kasus tersebut ke pengadilan dan menuntut kepolisian bahwa mereka telah melanggar hak asasi anaknya. 


2. Mark Musarella, memotret mayat


Seorang petugas UGD, Mark Musarella, melakukan keisengan yang bodoh pada tahun 2010 lalu. Ketika sedang berada sendirian di ruangan UGD dia mengambil ponsel dan memotret mayat seorang korban pembunuhan. Foto tersebut diupload ke Facebook untuk dibagikan kepada teman-teman dan followernya. Tidak butuh waktu lama bagi pihak rumah sakit untuk segera memecatnya. Bersamaan dengan itu, huffington post memberitakan bahwa pengadilan memutuskan Mark bersalah atas apa yang dilakukannya.

Hukuman yang diterima oleh Mark adalah pelayanan umum kepada masyarakat dan setelah itu selamanya dia diblacklist tidak akan diterima bekerja sebagai petugas UGD dimanapun.

3. Denzel Biggs, memposting senjata api



Seorang pemuda berumur 20 tahun yang bernama Denzel Biggs baru saja keluar dari penjara pada bulan September 2015. Namun narapidana ini sepertinya tidak pernah belajar ketika didalam penjara. Hal pertama yang dia lakukan ketika bebas adalah memposting fotonya yang tengah memegang dua pucuk senjata api ke Facebook. Foto tersebut menunjukkan bukti bahwa Denzel memiliki senjata api yang dipastikan ilegal. 

Penangkapan Denzel sebelumnya juga terjadi karena kepemilikan senjata api. Dengan kasus yang serupa, menandakan bahwa dia memang sama sekali tidak mengambil pelajaran selama di penjara. Akhirnya FBI dengan mudahnya menjemput Denzel untuk kembali diberi fasilitas menginap gratis selama beberapa tahun. 

4. London Eley, memposting plot pembunuhan



Pada bulan Juni 2011 seorang wanita di Philadelphia, London Eley merasa sangat marah pada kekasihnya. Kemarahan tersebut ia tuangkan di Facebook sekaligus mencari siapapun yang dapat membantunya untuk membunuh mantan kekasihnya, Corey White. Di Facebook, Eley bertemu dengan seseorang bernama Timothy Bynum. Pada komentarnya di status Eley, Timothy mengatakan bahwa dia bersedia melakukan pekerjaan tersebut.

Untunglah pihak kepolisian tidak tinggal diam dan segera menangkap kedua orang tersebut. Akhirnya pengadilan menyatakan mereka bersalah. Namun Corey White akhirnya terbunuh oleh orang lain ketika Eley dan Corey berada dibalik jeruji.

5. Kristin Holmes, melakukan ancaman yang tidak disengaja



Kristin Holmes, seorang gadis cantik memposting foto dirinya yang sedang memegang senjata api dengan caption "Jadi kamu akan tahu bedanya kalau kamu datang menemuiku". Tidak lama kemudian seseorang memang benar-benar datang menemuinya karena foto tersebut, yaitu petugas kepolisian. Dia ditangkap dengan tuduhan melakukan ancaman.

"Itu sama sekali bukan ancaman." Ujar Kristin yang mencoba menjelaskan kepada pihak kepolisian bahwa dia sama sekali tidak bermaksud untuk mengancam siapapun dengan foto tersebut. 

"Aku pikir awalnya foto itu lucu, tapi beberapa saat kemudian aku menyadari bahwa foto itu sedikit mengintimidasi. Jadi aku menghapusnya." tambahnya. Namun tetap saja menghapus foto adalah hal yang benar-benar berbeda dengan tidak pernah mempostingnya. 

0 comments:

Post a Comment