Memperkenalkan Cerita Nabi Muhammad SAW Kepada Anak

101dunia - Umat muslim tentu sudah sering mendengar cerita Nabi Muhammad SAW. Berbagai kisah teladan beliau telah diceritakan oleh berbagai ulama. Kita sebagai umat muslim disunahkan untuk mengikuti segala perilaku beliau, karena beliau adalah seorang uswatun hasanah, dimana rasa cinta dan kasihnya kepada sesama begitu besar. Beliau adalah seorang nabi yang kelak akan memberikan syafaat (pertolongan) kepada umatnya. Karena itu kita diwajibkan untuk mengucap shalawat atas beliau agar nanti kita termasuk umat yang mendapatkan pertolongan darinya. 

Cerita Nabi muhammad SAW

Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya memiliki akhlak yang baik berlandaskan ajaran Islam. Oleh sebab itu sudah seharusnya setiap orangtua meemperkenalkan cerita nabi Muhammad SAW sejak dini. Dengan demikian anak akan mendapat figur untuk diteladani sesuai dengan aturan Islam. Banyak perilaku Nabi Muhammad SAW yang dapat diperkenalkan kepada anak. Mulai dari adab makan dan minum, buang air kecil, cara memakai sepatu, hingga membiasakan anak memakai baju mulai dari tangan kanan. 

Perkenalkan Cerita Nabi Muhammad SAW Sebelum Tidur

Menjelang waktu tidur, kondisi tubuh dan pikiran anak yang rileks akan membuatnya lebih mudah memahami dan mengingat apapun yang disampaikan orangtua. Membacakan cerita sebelum tidur akan memberikan efek positif bagi tumbuh kembang anak. Dengan membacakan cerita, secara psikologis anak akan merasa bahwa orangtuanya perhatian dan dan menyayanginya. Seringkali anak akan merasa bosan jika orangtua menceritakan kisah yang itu-itu saja. Oleh karena itu saat bercerita harus diiringi ekspresi yang menarik bagi anak. 

Cerita nabi Muhammad SAW untuk anak-anak tersedia di hampir semua toko buku. Anda dapat memilih mana yang paling sesuai dengan minat dan budget Anda. Biasanya buku yang sangat disukai anak-anak adalah buku yang memuat gambar ilustrasi. Namun harus berhati-hati dalam memilih buku cerita, karena tidak ada yang diperbolehkan untuk membuat ilustrasi wajah dan rupa nabi Muhammad SAW. 

Cerita Nabi Muhammad SAW Yang Penuh Kemuliaan

Cerita Nabi Muhammad SAW dapat dikisahkan sejak beliau dilahirkan ke dunia. Nabi terlahir pada hari Senin, bulan Rabiul Awwal di Mekah Al Mukarromah Tahun Gajah 571 Masehi. Ayah beliau bernama Abdullah Bin Abdul Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Nama Muhammad diberikan oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib. Sebenarnya pemberian nama tersebut sudah direncanakan sebelumnya oleh Aminah sejak nabi masih didalam kandungan. Karena Allah telah memberikan mimpi kepadanya agar kelak anak yang dilahirkannya diberi nama Muhammad.  Nabi tidak pernah diberi kesempatan untuk melihat wajah ayahnya karena beliau adalah sorang yatim piatu sejak di dalam kandungan.

Nama Muhammad berasal dari bahasa Arab yang artinya 'dia yang terpuji'. Bahkan saat beliau berumur 35 tahun, Muhammad mendapat gelar Al Amin dari  para pemuka kaum Quraisy. Al Amin artinya "Yang dapat dipercaya". Beliau mendapat gelar tersebut karena memiliki sifat-sifat yang baik diantaranya jujur dan amanah. Dengan gelar itu, beliau berhasil memberikan solusi kepada para pemuka suku mengenai peletakan batu Hajar Aswad. Dengan saran dari Muhammad, maka suku-suku yang ada di Mekah terhindar dari pertikaian dan perpecahan. 

Pada saat itu, terjadi perombakan ka'bah oleh semua suku yang ada di Mekah, namun ketika tiba saatnya untuk meletakkan batu Hajar Aswad, muncullah persoalan tentang siapa yang berhak meletakkan batu tersebut. Pemuka suku masing-masing ingin mendapat kehormatan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Karena masing-masing tidak ada yang mau mengalah, maka akhirnya salah satu dari mereka berkata, "Serahkan keputusan mengenai hal ini kepada siapapun yang pertama kali memasuki pintu Shafa ini."

Mereka semua berhenti berkerja dan menunggu kedatangan orang pertama yang akan memasuki tempat tersebut. Tidak lama kemuadian datanglah Muhammad SAW, dan mereka berseru, "Itu dia Al Amin, orang yang terpercaya. Kami rela menerima semua keputusannya."

Setelah Nabi mendengar keseluruhan cerita mereka maka beliau membentangkan sorbannya diatas tanah dan meletakkan Hajar Aswad ditengah sorban tersebut. Kemudian beliau meminta para pemuka suku untuk secara bersama-sama mengangkat batu Hajar Aswad tersebut dan memindahkannya. Setelah batu Hajar Aswad sampai pada ketinggian tertentu, Nabi meletakkan batu itu pada tempatnya semula. Dengan demikian selesailah perselisihan diantara suku-suku tersebut dan semua pihak merasa senang dan puas atas cara penyelesaian tersebut.

Demikianlah akhlak perbuatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad selama hidupnya. Semoga cerita ini dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi anak-anak sejak dini.

0 comments:

Post a Comment