Gunung Padang, Situs Peninggalan Bangsa Atlantis Di Indonesia?


101dunia - Situs Gunung Padang terletak di dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Akses ke lokasi tersebut cukup jauh dari Cianjur. Lokasi dapat dicapai dengan menempuh jarak 20 km dari persimpangan kota kecamatan Warungkondang.

Gunung Padang

 Ditemukan pertama kali pada tahun 1914, Situs Gunung Padang dilaporkan oleh seorang arkeolog Belanda, N.J Krom. Menurutnya, situs purbakala ini memiliki 4 undakan.

Untuk mencapai lokasi Gunung Padang, traveler disarankan untuk naik kereta agar bisa menyaksikan terowongan kuno yang sudah ada sejak dulu. Letak terowongan tersebut berjarak kurang lebih 600 meter dari Stasiun Lampegan. Banyak wisatawan asing yang mengeluhkan medan perjalanan ke lokasi situs ini. Namun semua ketidaknyamanan yang dirasakan selama perjalanan akan terbayarkan saat tiba di lokasi tujuan.

Jika dilihat dari atas maka akan terlihat bahwa bentuk Gunung Padang berbentuk sama persis dengan Piramida Giza yang ada di Mesir. Namun berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan lembaga penelitian baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, umur Gunung Padang jauh lebih tua dibandingkan Piramida Mesir dimana Gunung Padang diperkirakan dibangun sejak lebih dari 10.000 tahun lalu sedangkan Piramida Mesir diperkirakan 2.500 tahun lalu.

Gunung Padang

Penelitian secara serius dilakukan oleh Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk oleh Staf Kepresidenan pada tahun 2012. Dari uji geolistik diperoleh citra benda atau bangunan buatan manusia yang tertimbun dibawahnya.  Penelitian tersebut juga menemukan fakta baru yang mencengangkan yaitu jumlah undakan yang dimiliki situs tersebut bukan 4 melainkan paling tidak 100 undakan. hal tersebut diketahui dari susunan batu di sisi timur yang berupa teras batu (terasering). Masing-masing teras memiliki ketinggian 2 meter dengan jarak antar teras juga sekitar 2 meter. Dengan panjang sisi miring teras tersebut yang mencapai 200 meter maka dapat diketahui jumlah undakan di situs tersebut setidaknya berjumlah 100.

Bangunan Gunung Padang sebelumnya dianggap hanya memiliki sisi utara dan sisi selatan. Namun terungkap bahwa sebenarnya juga memiliki sisi timur dan barat. Luas bangunan dari utara ke selatan mencapai sekitar 4.000 meter persegi. Dengan sisi timur dan barat seperti itu maka luas bangunan situs ini diperkirakan dapat mencapai 250.000 meter persegi atau 25 hektar. Sebagai perbandingan, Candi Borobudur hanya memiliki luas 1,5 hektar.

Misteri Gunung Padang Dan Hubungannya Dengan Kebudayaan Atlantis

Seorang penulis, Graham Hancock, menyampaikan sebuah hipotesis mengenai Gunung Padang. Ia menyatakan bahwa Gunung Padang memiliki bukti penting mengenai "Atlantis Kota Yang Hilang." Dalam penelitiannya bersama ilmuwan Indonesia, Danny Natawidjaja PhD, ia dapat menyimpulkan bahwa situs ini berumur lebih dari 10.000 tahun.

"Bukti Geofisika sangat jelas, Gunung Padang bukanlah sebuah bukit alami, akan tetapi sebuah Piramida buatan manusia dan asal-usul pembangunannya jauh sebelum akhir dari zaman es yang terakhir. Ini adalah sebuah pekerjaan besar dengan tingkat yang paling dalam. Hal ini menjadi saksi sebuah jenis keterampilan konstruksi canggih yang dikerahkan dalam masa pembangunannya, melampaui pembangunan piramida mesir atau situs megalitik terbesar lainnya di Eropa. Aku hanya bisa menyimpulkan bahwa kita sedang melihat suatu pekerjaan dari sebuah peradaban yang hilang dan yang cukup maju." Ungkap Natawidjaja.

Gunung Padang

Hancok mengatakan bahwa sangat sulit untuk untuk membantah apa yang dikatakan oleh Natawidjaja, karena mereka melakukan penelitian itu bersama. Hal ini membuat kita menyimpulkan bahwa peradaban maju yang telah hilang tersebut adalah suatu peradaban tertinggi yang pernah lahir di zaman es terakhir. 

Semoga penelitian tentang Gunung Padang akan terus dilanjutkan, agar semua misteri yang menyelimutinya dapat terungkap sedikit demi sedikit. Dan jika memang benar bahwa Gunung Padang adalah peninggalan kebudayaan Atlantis, maka hal itu semakin menguatkan hipotesis seorang profesor asing yang menyatakan bahwa Benua Atlantis terletak di Indonesia.

0 comments:

Post a Comment